Tentang Pendakian Seorang Diri (Solo Hiking)

Tentang Pendakian Seorang Diri (Solo Hiking)

ANBUSENJA - Tentang Pendakian Seorang Diri alias Solo Hiking. Pernahkan dari kalian berpikiran untuk melakukan, atau malah ada yang sudah menjadi bagian rutinitas? Dan bagaimana rasanya. Ngeri-ngeri sedap kan ya. Hahaha. 😄

Yang belum pernah merasakan, sebaiknya jangan mencoba-coba sesuatu yang belum pernah kamu pelajari ya. Ada baiknya memperhitungkan sisi positif serta negatifnya. Bukan hanya tentang kamu, tapi tentang mereka yang menyayangimu.



Jika ada pertanyaan: "Bagaimana dengan admin sendiri, pernah mendaki sendiri?" tentu saya akan menjawab "pernah". Karena referensi ini berasala dari pengalaman adminnya sendiri. Namun Terlepas Gunung mana yang pernah Admin-Anbusenja jelajahi sendirian , ada baiknya jika point ini dirahasiakan saja.

Karena, hal ini bisa menjadi Aib bagi saya sendiri bila ternyata Gunung yang saya maksud merupakan gunung yang dikhususnya bagi pemula dan cenderung dianggap enteng dikalangan para PEMULA (Pendaki Muka Lama), atau malah bisa dianggap sombong bila ternyata gunung yang dimaksud merupakan gunung yang W.O.W untuk bisa dijelajahi seorang diri. 😳


Tentang Pendakian Seorang Diri (Solo Hiking)

Tentang Pendakian Seorang Diri (SOLO HIKING)

Apa saja sih enaknya pendakian seorang diri. Bagi seorang introvert yang pada dasarnya memiliki hobi serta telah memiliki skill mendaki gunung, maka hal itu akan menjadi sah-sah saja. Tentu dari kacamata kepribadian lho ya.

Tapi jika dari sudut pandang Safety maka sebisa mungkin harus dihindari. Terlebih bagi pemula secara harifiah karena dari segi pengalaman dan jam terbang belum mampu mengatasi kendala yang bisa saja terjadi.

Bahkan untuk PEMULA (Pendaki Muka Lama) sekalipun, terkadang juga akan menghindari situasi yang satu ini jika memang tidak terpaksa tanpa ada tujuan yang jelas.

Nah, apa sih keuntungannya.

Keuntungan Pendakian Seorang Diri

1). Pendaki yang Berkepribadian Introvert Akan Diuntungkan Disini

Tentang Pendakian Seorang Diri (Solo Hiking)

Seorang Introvert, seperti yang kalian ketahui bahwa mereka lebih suka suasana yang cenderung adem ayem saja. Tidak berisik sebagaimana suasana gunung yang sekarang sudah seperti pusat perbelanjaan saja.

Pendaki introvert akan mendapati dunia yang tenang, tanpa ada keluh kesah dari orang-orang yang dikenal disekelilingnya.

Jikapun ada keluhan dari orang lain yang dirasa tidak dikenalnya. Mungkin tidak akan banyak berpengaruh terhadapnya. Toleransi bisa saja ia lakukan, namun kebanyakan jika ia sudah melihat ada teman didekatnya maka ia akan tampak cuek.

Persis seperti yang beberapa kali saya temui di atas sana.

2). Tidak Mendengar Banyak Keluhan Saat Berkelompok

Biasanya, ini akan terjadi bila mendaki secara berkolompok dan didalamnya ada pendaki cewek. Tentu saya tidak menyimpulkan bahwa pendaki cewek itu semuanya rempong ya.

Saya juga pernah beberapa kali mendaki gunung dengan ada cewek dikelompok saya sedangkan dia nya adem ayem tanpa ada drama. Walaupun ada juga yang rempong dan cerewet sekali. Sehingga hal itu saya jadikan bahan referensi dalam artikel ini.

Dan sekali lagi, ini adalah keuntungan bagi pendaki gunung yang memiliki kepribadian introvert.

3). Tidak Khawatir Akan Kekurangan Logistik

Karena ketika melakukan  pendakian seorang diri, kita hanya akan menyiapkan untuk kebutuhan seorang saja.

Berbeda dengan mendaki gunung secara berkelompok yang perlu persiapan dan managementyang baik agar tidak terjadi human error seperti salah perhitungan soal kebutuhan logistik dengan jumlah dalam kelompok. Apalagi hal ini juga butuh komunikasi yang cukup rutin agar kesalahan dalam memperhitungkan bisa di hindari.

Ketika Solo Hiking, penyusunan kebutuhan logisitik akan jauh lebih mudah.

4). Gampang Dalam Mencapai Target

Ketika mendaki gunung, seorang pendaki biasanya memiliki targetnya masing-masing disetiap perjalanan pendakiannya. [Tipe-Tipe Pendaki Gunung]

Mulai dari waktu, lokasi sampai dengan moment yang ingin ia kejar.

Keuntungan kegiatan pendakian seorang diri dalam point ini tentu target yang ingin dicapai akan lebih mudah dicapai tanpa khawatir dengan orang yang menghalanginya.

Mendaki secara kelompok yang apalagi dalam jumlah yang besar, biasanya target yang sudah direncanakan diawal akan sulit di raih. Karena perbedaan visi dan misi setiap anggota. Alhasil, jika bertemu dengan kondisi seperti itu, jalan satu-satunya untuk menghindari perselisihan ialah dengan mengalah dari salahsatuya.

5). Mampu Melakukan Improvivasi Tanpa Ada Yang Menghalangi

Improvisasi disini seperti ketika ada kendala dalam perjalanan. Baik sebelum sampai di Basecamp maupun saat perjalanan pendakian menuju puncak atau camp area [Istilah Dalam Pendaki Gunung]

Pun sebenarnya bisa melakukan improvivasi ketika melakukan pendakian secara berkelompok, namun akan terjadi keputusan yang berbelit-belit karena perbedaan visi dan misi tadi.

Dengan mendaki seorang diri, improvisasi macam ini bisa langsung di putuskan pada kala itu juga dengan segalam konsekuensi yang sudah diperhitungkan tentunya.

Saya sendiri juga pernah mengalami kondisi seperti ini. Baik dalam solo hiking ataupun mono hiking (Ini istilah boleh saya karang sendiri sih. Wkwkwk)
anbusenja Seorang karyawan yang menyukai kegiatan menulis dengan tulisan garing.

0 Response to "Tentang Pendakian Seorang Diri (Solo Hiking)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel