Mengenal Istilah Paradoxical Underssing

Banyak kasus paradoxical underssing ditemukan pada korban tewas akibat hipotermia. Korban merasa kepanansan. Sebabnya, saat merasa kedinginan tubuh akan membentuk mekanisme pengaturan kestabilan suhu.

Mekanismenya adalah dengan melebarnya pembuluh darah yang menyebabkan suhu tubuh meningkat. Itulah mengapa dalam taraf ringan, cuaca dingin dapat menyebabkan demam, dan di situlah letak paradoksnya. Mereka kedinginan, tapi kemudian membuka baju karena merasa kepanasan.

Mengenal istilah Paradoxical Underssing

Ilustrasi Paradoxical Underssing [Doc. strangesyndromes.blogspot.com]

GEJALA HYPOTERMIA

Gejala Hypotermia bisa diklasifikasikan menjadi dua, yakni;

Pertama, Ketika tubuh mengalami gejala hipotermia ringan, yakni ketika suhu tubuh hingga 35 derajat celcius. Dalam kondisi ini, tubuh akan mengeluarkan reaksi gemetar, menggigil, kulit dingin dan pucat. Nafas memburu, kelelahan, kebingunan dan meracau.

Kebanyakan orang memiliki masalah gerakan, seperti tersandung, melambat dan koordinasi yang buruk

Kedua, Ketika saat suhu tubuh sudah turun dibawah 32 derajat celcius. Saat itu, tubuh akan berhenti menggigil. Tak merasa kedinginan dan justru malah kepanasan. Di tahap itu, biasanya korban akan melepas pakaiannya (Paradoxical underssing) satu persatu. Setelah lama kelamaan akan terkena halusinasi dan kehilangan kesadaran.

Jika hipotermia menjadi parah, pernapasan dan detak jantung bisa menuju ke tingkat yang lebih berbahaya. Penderita gejala tersebut  bisa kehilangan kesadaran dan akhirnya bisa mati.

Tetapi sebelum kehilangan kesadaran, orang yang menderita hipotermia telah diketahui menunjukkan beberapa perilaku aneh yang mungkin, pada kenyataannya, merupakan upaya terakhir untuk bertahan hidup. Seperti berlindung disuatu tempat, yakni dibawah batu, bawah pon yang tumbang, dibawah semak yang lebat, dll

Seperti menunjukan mekanisme perlindungan terakhirnya.


Menanggalkan pakaian yang paradoksal

Perilaku seperti ini memang tampak aneh. Sebuah tindakan yang cukup membingungkan.

Istilah ini menggambarkan perilaku di antara banyak korban hipotermia ekstrem yang menanggalka sebagian besar atau semua pakaian mereka.

Saat memanaskan kembali tubuh orang yang terkena hipotermia dengan menggunakan tubuh orang lain, para ahli pertolongan pertama sering merekomendasikan agar korban telanjang atau hampir tidak berpakaian. Ini memfasilitasi perpindahan panas dari orang hangat ke orang dengan hipotermia.

Tetapi rekomendasi itu, para peneliti percaya, tidak ada hubungannya dengan membuka pakaian paradoks. Untuk menutup kehilangan panas dari ekstremitas, tubuh menginduksi vasokonstriksi, kontraksi refleksif pembuluh darah.

Namun, seiring berjalannya waktu, otot-otot yang diperlukan untuk menginduksi vasokonstriksi menjadi lelah dan gagal, menyebabkan darah hangat mengalir dari inti ke ekstremitas.

Hal ini menghasilkan semacam "hot flash" yang membuat korban hipotermia parah merasa seolah-olah mereka sedang terbakar, sehingga mereka melepas pakaian mereka.

Para peneliti yang menyelidiki korban hipotermia mencatat dalam artikel mereka bahwa "posisi akhir di mana mayat ditemukan hanya dapat dicapai dengan merangkak merangkak atau rata pada tubuh, mengakibatkan lecet pada lutut, siku, dll. Perayapan ini ... terjadi setelah membuka pakaian, karena ada lecet pada kulit tetapi tidak ada kerusakan pada bagian yang sesuai dari pakaian yang dilepas. " 

Salah Persepsi

Bagi sebagian yang belum tahu bahwa korban hipotermia sering disalah diartikan sebagai korban kejahatan.

Beberapa orang percaya bahwa seseorang yang telanjang dan mati adalah korban kekerasan seksual dan pembunuhan, dan penemuan mereka di dalam ruang kecil yang tertutup - seperti di bawah furnitur - tampak seperti upaya untuk menyembunyikan tubuh.

Sebagaimana yang sudah dibahas diatas sebagai bentuk perlindungan terakhir. Walaupun sebagian memang ada sengaja melakukan hal tersebut.

Ilustrasi [Doc. link.springer.com]

Menghindari hipotermia

Cara terbaik untuk menghindari hipotermia adalah dengan mengenakan pakaian yang tepat, seperti sarung tangan (bukan sarung tangan), topi, syal, dan lapisan pakaian kering yang tahan angin.

Ambil tindakan pencegahan ekstra dalam cuaca yang sangat dingin dan / atau basah, angin kencang dan sekitar air (air menarik panas dari tubuh sekitar 25 kali lebih cepat daripada udara).

Hipotermia adalah kondisi serius dan harus ditangani oleh profesional medis sesegera mungkin. Perawatan pertolongan pertama termasuk menghangatkan orang dengan selimut kering dan hangat; pemanasan orang ke orang; menerapkan kompres hangat; dan - jika korban cukup waspada untuk menelan - memberikan cairan non-alkohol yang hangat dan manis.

0 Response to "Mengenal Istilah Paradoxical Underssing"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel