9 GEJALA HIPOKSIA SAAT MENDAKI GUNUNG

9 Gejala Hipoksia
Sumber Gambar : suherlin.com

Hipoksia merupakan kondisi dimana tubuh mengalami kekurangan pasokan oksigen, untuk menjalankan fungsi-fungsi normalnya. Banyak jenis Hipoksia, namun jika dalam konteks ketinggian, gejala hipoksia ini masuk kedalam jenis Hipoksia - Hipoksik.



Hipoksia - Hipoksik terjadi, karena kadar oksigen dalam pembuluh arteri turun. Hal ini biasanya disebabkan karena berada disituasi atau berada disuatu tempat dengan kadar oksigen yang rendah. Seperti ketika berada di area kebakaran, ketika tenggelam dan juga ketika berada di ketinggian. Yakni di Gunung.

Pun penyebab lainnya adalah pendaki yang menderita sakit asma, edema paru, dan penyakit paru-paru lainnya. Tanda - tanda awal Hipoksia, biasanya menderita pusing, letih yang tak berkesudahan, keringat dingin, sesak nafas dan mual.

Agar kamu bisa mewaspadai, berikut gejala hipoksia yang umumnya terjadi yang bisa kamu antisipasi, yakni :
  1. Nafas pendek
  2. kebingungan
  3. berkeringat
  4. kulit berubah warna menjadi biru atau merah keunguan,
  5. sesak nafas
  6. halusinasi
  7. kelelahan
  8. detak jantung cepat
  9. nafas berbunyi (mengi)
penanganan gejala hipoksia dapat dilakukan dengan cara memasok oksigen ke dalam tubuh. Tubuh penderita hipoksia akan dipasok oksigen menggunakan selang atau masker oksigen.

Semakincepat kadar oksigen dalam tubuhnya kembali normal, semakin kecil resiko kerusakan organ tubuh.

Hipoksia juga bisa menimbukan kompliksi jika terjadi kesalahan dalam penangannnya. Pemberian oksigen berlebihan justru bisa merusakan meracuni jaringan tubuh atau biasa disebut hiperoksia. Hal ini bisa menyebabkan
  • Katarak
  • vertigo
  • kejang-kejang
  • perubahan perilakuan
  • oneumonia

Rutin Latihan Fisik Sebelum Mendaki

Maka dari itu, sangat disarankan untuk melatih fisik sebelum mendaki gunung.. Hal tersebut juga guna untuk menghindari terkena gejala ini ketika mendaki gunung.

Apalagi gejala ini sebenarnya, masih belum banyak diketahui oleh pendaki. Jadi akan sangat beresiko dan berpotensi besar penderita akan mendapat komplikasi seperti yang sudah di infornmasi diatas  jika di lakukan penangan yang salah.

Aktifitas mendaki tidak hanya membutuhkan jiwa dan semangat muda tetapi juga kondisi fisik yang prima. Jadi kalau tidak ingin dibilang Tua dalam arti fisik mala mulailah berlatih kembali.

Agar ketahanan fisik menjadi prima dan kemampuan paru-paru anda dalam menyimpan dan menampung udara serta mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh menjadi lebih maksimal.

Baca Juga :

Referensi Artikel :
  • IG = @pendakilawas

0 Response to "9 GEJALA HIPOKSIA SAAT MENDAKI GUNUNG"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel