Hyperemesis, pengalaman si calon ibu | Diari Anbusenja

Ilustrasi Gambar | Sumber : wisegeek.ne

Hyperemesis, pengalaman si calon ibu

Ikhtisar

adalah Kondisi ibu hamil mengalami mual dan muntah - muntah berketerusan dan hebat, sehingga makanan dan minuman yang dimakan oleh wanita si Calon Ibu yang sedang hamil tidak bisa masuk kedalam perut.

Kondisi tersebut tentunya cukup berbahaya bagi si calon ibu dan juga janinnya. Karena si calon ibu yang sedang mengandung akan lemas dan mengalami dehidrasi. Maka perlu adanya tindakan yang mengharuskan si calon ibu ini di rawat inap dan obatnya sendiri biasanya akan langsung disuntikan melalui selang infus.



Biasanya kondisi mual dan muntah ini akan di alami si calon ibu di awal kehamilan atau trisemester pertama sampai usia kandungan memasuki usia empat bulan. dan juga diawal bulan ini biasanya si calon ibu juga akan kehilangan berat badannya.

***
Ikhtisar diatas, merupakan yang dialami oleh istriku belakangan ini.

Catatan ini sebenarny, catatan ketika kehamilan istriku memasuki usia dua bulan (InsyaAllah, do'a kan selalu sehat ya). Jadi ya kurang lebih terjadi sekitar dua bulan yang lalu lah.

Sebagai calon Pahmud (Papah Muda), aku nya sering panik ketika melihat kondisi seperti itu. Saat muntah berketerusan. Ingin sekali melakukan sesuatu tapi aku nya tidak memiliki pengalaman untuk mengatasinya.

Kondisi panik seperti ini adalah pertama kalinya aku rasakan. Sangat jauh beda bila dibandingkan dengan kondisi panik saat mendaki gunung. 😁

Jadi, dengan segala pertimbangan baik dari aku pribadi dan juga istriku sendiri, maka kami bersepakat untuk memulangkan istri ke rumah, supaya ada yang merawatnya.

Aku Pulangkan Saja Istriku

Sebelum pulang, Istriku memutuskan untuk dari pekerjaannya yang bahkan belum ada setengah tahun sejak dia diterima.

Disisi finansial di keluargaku yang menginjak tahun kedua, memang sedikit disesalkan. Dengan keputusan istriku resign, berarti segala pemasukan utnuk memenuhi segala kebutuhan berasal dari gaji tetap yang aku dapatkan dari tempatku bekerja.

Jadi, mulai sekarang aku harus putar otak untuk mencari tambahan. Hehehe.

Sedangkan dari sisi personal. Aku tidak tega jika istriku juga menanggung beban berlebih. Jadi, aku tidak masalah dan sangat bersyukur bahwa istriku bisa memaklumi segala kondisi yang ada.

Lalu aku pulangkan dia ke rumah mertuanya. Rumah orang tuaku  di Magetan - Jatim.

Kali ini aku antar istriku pulang dengan naik kereta. Tidak dengan motor seperti yang biasa kami lakukan.

Lima jam perjalanan euy kalau naik motor. Belum capeknya, Belum Jalan bergelombangnya. Persis seperti yang baru kami ketahui jika istriku hamil di usia kandungan pada awal-awal minggu. Seperti yang pernah aku tulis DISINI 

Dilema ditinggal istri

Secara fisik, istriku memang memiliki fisik yang cenderung lemah. Makanya, sering banget aku menerima keluhan dari istriku ketika aku tinggalkan dirumah.

Bukan keluhan sikap mertua terhadap istriku lho ya. Melainkan keluhan karena gejala  Hyperemesis diatas

Yang akunya di Jogja, sangat merasa tidak nyaman sekali dengan kondisi seperti ini. Ingin sekali pulang untuk menemani istri, tapi kondisi yang tidak mendukungnya.

Maka dari itu, aku hanya bisa mensupport istriku melalui pesan whatshaap. Yang biasanya aku menunda ketika ada pesan whatshapp, segera kau mengeceknya. Siapa tahu bahwa itu adalah pesan dari istriku.

Biasanya aku yang malas untuk video call, sekarang aku lebih menyiapkan waktu agar VC an dengan istriku lebih menyenangkan.

***

Semoga lelah yang kami rasakan ini, menjadi lilah. Karena semua ini, kami lakukan untuk kamu, Nak 😍

Baca Juga Diari Anbusenja Lainnya;

0 Response to "Hyperemesis, pengalaman si calon ibu | Diari Anbusenja"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel