Berteman Dengan Mantan

Berteman Dengan Mantan

Mantan merupakan bayang-bayang dari masa lalu seseorang.
Mantan adalah orang yang tersakiti yang sekaligus menyakiti.
Mantan adalah makhluk yang sama dengan kamu.
Kamu yang sedang membaca diari-anbusenja ini. 😁

Suatu waktu, pernah aku menemui seseorang yang aku kenal, seorang teman dan dia cewek. Menggurutu dan  menyumpah-serapahi orang yang telah melukai hatinya. Sang mantan

Mengatakan sesuatu keburukan yang ia tujukan kepada mantan dia. Mantan itu Yang anj*ng lah, yang g*blok lah, yang br*ngsek lah. 😁. Pun aku mulai membatin.  Dia yang memberi gelar sebegitu buruknynya kepada manta. Lah... bukankah dia sendiri seorang mantan. 😂

Karma Instant kalau ini yak. Hahaha

Berteman dengan Mantan

Banyak yang bilang, jika berteman dengan mantan adalah suatu hal yang tidak mungkin. 😊 Itu benar, tapi juga tidak sepenuhnya salah. Karena hal seperti itu, memang membutuhkan kedewasaan untuk memahaminya.

Dijaman sekarang, sebagian kecil saja yang pernah merasakan punya mantan. Termasuk aku sendiri. Hehehe. Saat ini umurku 29 tahun, dan aku punya tiga mantan. Saat masih kelas 1 SMP, 2 SMK, dan tahun-tahun pertama aku memasuki dunia kerja. Kesemuanya tidak ada yang pernah menjadi pendamping hidupku. Tapi ada satu mantan yang sampai ini masih terjalin komunikasi dengan baik.

Bahkan, wanita yang menjadi istriku bukanlah termasuk mantan pacar. Karena kami tidak pernah pacaran.
berikut adalah sisi positif berteman dengan mantan ;





1. Menunjukan sisi kedewasaan

Seperti yang aku bilang diatas. Adalah salah satu sifat kedewasaan bagi orang yang masih mau berteman dengan mantan. Terlepas apakah tetap membawa perasaan yang telah lalu atau tidak, sebenarnya tergantung bagaimana situasi saat ini.

Aku, sudah beristri. Dan aku masih berkomunikasi dengan mantanku. Bukan tanpa sepengatahuan istri. Justru istriku tahu semua mantan-mantanku dan kisah-kisah dibaliknya. Hahaha. Termasuk bahwa aku masih menjalin komunikasi dengan mantanku.

Butuh proses untuk melakukan itu. Karena bagaimana pun juga, mantan adalah penggalan kisah yang terdapat kisah suka dan duka yang tak bisa dipisahkan. Dewasa ini, pun aku mulai menyadari bahwa membenci mantan itu adalah suatu yang salah. Bahkan cenderung menunjukan bahwa dia masih kekanak-kanakan.


2. Mantan tahu sisi luar dalam kamu

Aku beranggapan, bahwa mantan adalah orang yang mengetahui kedua sisi kita selain pasangan kita. Tanpa mengesampingkan perasaan terhadap pasangan kita masing-masing. Mantan bisa kita jadikan tempat untuk mempertimbangkan sesuatu.

Setiap pertimbangan untuk memilih seorang pasangan, terkadang kita melupakan karakter dan sifatnya. Bisa saja, pasangan yang sekarang adalah pasangan ideal kamu dari sisi yang berbeda. Sedangkan mantan kamu adalah seseorang yang memiliki karakter yang sama, sehingga ketika dihadapkan dengan pertimbangan dimana pasangan mu belum bisa memberikan pertimbangan sesuai isi hatimu, disitulah mantan yang kau jadikan sebagai teman kamu jadikan tempat untuk mencari pertimbangan seperti yang kamu butuhkan.

Bukankah sesama teman saling membantu.

3. Jika dipertemukan dalam situasi yang berbeda

Semisal kamu bekerja dalam suatu perusahan dan kamu diberi tugas penting demi kelangsungan perusahaan kamu sehingga diminta membangun relasi dengan perusahaan lain. Kemudian dari perusahaan lain, sama-sama mengutus seseorang dengan sama-sama sebagai utusan yang mewakili semua perusahan, yang ternyata adalah mantan kamu.

Dalam kondisi seperti itu, jauh sebelum itu jika saja "sebelum" bertemu dalam pertemuan tersebut miliki ikatan yang buruk, bukankah sama-sama berakhir dengan kepahitan.

Beda halnya jika setelah memutuskan untuk berpisah dengan alasan yang sama-sama bisa diterima, kemudian memutuskan untuk menjadi teman. Selain dari sisi psikologis baik-baik saja karena tidak mendendam, juga dari sisi karir akan membangun hubungan yang kokoh yang dipertemukan kembali dalam kondisi yang pas.

Apalagi jika masih sama-sama sendiri pada saat itu. Tidak menutup kemungkinan dengan kondisi seperti itu, CLBK akan terlahir kembali.

4. Berdamai dengan diri sendiri

Memutuskan berteman dengan mantan sebenarnya adalah proses pengolahan perasaan menuju yang lebih baik, yaitu berdamai dengan diri sendiri. Semua akan setuju, bahwa awal memutuskan untuk berpisah akan diselimuti perasaan emosional yang cenderung tak tertahankan, terlebih dengan kenangan dan hubungan yang terlanjur terjalin begitu dekat. Tentunya membuat hati menjadi sangat sesak.

Seiring bergantinya waktu, dengan semakin pandai mengontrol ego pada diri sendiri, yang sebelumnya terlihat tidak masuk akal, menjadi hal menarik  ketika memutuskan untuk bangkin dan melupakan kekecewaan dimasa itu.

5. Bercanda lepas

Ketika mantan menjadi teman. Kamu tidak akan susah-susah menjadi orang lain uttuk mencairkan suasana dalam kebercandaan, Kamu akan menjadi dirimu sendiri ketika bertemu dalam suatu aktifitas dimana kamu dipertemukan dengan mantan kamu.

Mantan kamu yang sudah menjadi teman ini, memahami lebih banyak daripada teman-teman baru yang datang setelah kamu berpisah dengan mantan kamu tersebut.

Bukankah itu membuat mu menjaid lebih menyaman. Menjadi diri sendiri.

***
Jadi, bagaimana dengan kamu. Kamu berada pada kondisi yang mana-Bro 😊




0 Response to "Berteman Dengan Mantan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel