Rumah Kastil Tengah Hutan

Rumah Kastil Tengah Hutan

Rumah Kastil di Tengah Hutan

10/07/19 - Mimpi ini menceritakan tentang diriku yang tersesat di dalam hutan. Alih-alih hutan belantara yang liar, dalam mimpiku ini malah berada dihutan yang bersih dan terawat. Tak banyak pula daun yang berserakan ditanah. Terdapat aliran sungai yang bersih, serta sinar matahari yang menembus antara daun-daun di pepohonan.


Awal Mula

Aku sedang berada di dalam suatu ruangan. Ruangannya besar. Berbentuk persegi didalamnya. Kalau aku taksir, kurang lebih berukuran 10x10 meter. dan Berlantai dua.

Ruangan, atau boleh aku menyebutnya bangunan ini. Berlokasi seperti berada di tengah hutan. Di balik jendela warna hitam transparan yang terlihat dari dalam bangunan, Tampak pohon-pohon besar berdiri kokoh diluar. Agak berjauhan, tapi dalam jumlah banyak serta masih seperti pada waktu siang hari. Karena terlihat masih sangat terang.


Aku yang berada di lantai dua, melihat ke lantai bawah dikelilingi oleh jendela geser besar berwarna hitam transparan. Furnitur di lantai satu juga tampak simple. Hanya ada beberapa kursi dan mejanya, serta ornament kecil yang menghiasi ruangan. AKu lupa detailnya.

Dilantai dua, hanya seluas setengah dari luas lantai pertama. Terdapat pagar kaca setinggi pinggang orang dewasa. Serta tangga lurus yang berada disisi kanan. sebagai penghubung antara lantai satu dengan lantai dua.


Di atas pojok sebelah kiri ada seuah ruangan yang terlihat redup. Hanya sedikit cahaya yang bisa masuk keruangan itu. Tapi masih bisa terlihat apa yang ada di dalamnya.



Mengejar burung

Rumah Kastil di Tengah Hutan

Aku seperti sedang mengejar burung yang berputar-putar mencari jalan keluarnya. Aku mengikutinya dan hampir berhasil menangkapnya. Tapi sayangnya aku terjatuh. Rasa-rasanya sangat berat gravitasi disana.

Saat terjatuh, aku menyadari bahwa aku sudah berada di tempat lain. Di dalam hutan.


Pun aku menoleh kebelakang. Mendapati bahwa tidak ada bangunan apapun disana. Tidak seperti perasaan ku yang saat itu aku merasa berada di depan bangunan awal.



Didalam Hutan

AKu berada di balik sebuah pohon. Tidak besar. Hanya sebesar paha orang dewasa. Tapi memiliki akar yang melebar kesamping. Tidak melingkar, tapi jatuh kebawah. Membentuk bentuk bersaft. Menjadi seperti pagar alami.

Aku bersembunyi. Dibalik pagar alami, yang terbuat dari akar pohon itu. Aku melihat disekelilingnya. Ada aliran sungai kecil yang terus mengalirkan air. Airnya tenang dan tampak bersih. Tidak tercemar.

Lalu aku merasa ada seseorang di sebelah kanan. Berbadan tinggi dan besar. Mungkin adalah warga sekitar. Lalu aku mendekatinya.

Sayangnya, aku sudah lupa dan sulit mengingatnya apa yang aku lakukan dengan orang tersebut.

Lalu aku pergi kesuatu tempat. Sebuah kastil di atas bukit kecil. Ketimbang disebut bukit, sebenarnya lebih cocok disebut gundukan.

Lokasinya, hanya berjarak 15-20 Meter dari tempat aku bersembunyi. Bahkan aku tidak menyadari jika ada bangunan disitu.

Kastil

Seperti kastil pada umumnya. Terbuat dari batu berwarna ungu terang yang ditata,  digunakan sebagi tembok. Dari aliran sungai kecil tempat aku bertemu dengan orang berbadan besar dan tinggi tadi, aku menuju ke kastil ini.

Menanjak. Hanya beberapa langkah saja dari bawah. Jalan setapak yang sedikit basah. Becek.

Saat diatas. Aku barada di depan sebuah pintu kastil. Kastilnya kecil. Hanya berukuran rumah biasa yang ada di desa-desa pad umumnya. Tapi terbuat dari batu yang tersusun. Tak memiliki teras. Hanya terdapat pintu dan jendela disisi kanan saya. Pun terdapat jurang kecil yang ditumbuhi semak yang begitu lebat. Semak berembun seperti baru kehujanan.

Ketika berada diatas, rasa-rasanya hujan baru saja reda. Karena terdapat kabut tipis menyelimuti sekeliling kastil kecil ini.

Disisi kiriku, terdapat sebuah bangunan yang lebih menjorok kedepan. Masih menyatu dengan yang lainnya. Dan ada sebuah bangunan kecil, yang terpisah.

Aku masuk kedalam. Langsung menuju kesebuah ruangan. Dapur.

Dapur di dalam kastil

Berukuran sangat kecil. Hanya 3x3 meter. Dan tidak ada apa-apa selain perabotan dapur yang basah. Kehujanan, karena aku menyadari, ternyata tidak beratap.

Lalu aku pergi ke belakang kastil. Atau mungkin ke samping kastil.

Saat berada dibelakang kastil. Masih merasa di atas perbukitan atau Gundukan. Karena aku melihat hamparan kabut tipis berwarna putih lembut yang tak berujung.

Kemudian aku pergi ke salah satu ruangan yang terpisah dan mandi disana. Karena ternyata, bangunan kecll yang terpisah itu adalah sebuh kamar mandi yang sering aku temui di desa-desa. banyak aku temui dulu saat aku masih bocah. 

Sekarang sudah jarang aku temu.

Tamat.

Selesai. karena setelah mandi, aku sudah tidak ingat apa yang terjadi. Dan mungkin, aku sudah terbangun dari tidur ku. Selesai.

0 Response to "Rumah Kastil Tengah Hutan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel