Longsor di Merbabu

LONGSOR DI MERBABU

Longsor di Merbabu


Menyusuri Jalan Pesawahan

12/07/19 - Saat aku menulis ini. Ingatan ku soal mimpi longsor di Merbabu ini sudah mulai acak. Sudah tak jelas dari mana aku mengawalinya. Namun secara singkat aku akan menguraikannya.

Bermula ketika menuju kesuatu tempat. Didunia nyata, aku merasa pernah kesini. Tapi aku lupa dimana lokasi tepatnya. 

Disuatu pagi di jalan pedesaan. Terdapat dua cetakan semen yang memanjang. Biasanya dikhususkan untuk kendaraan roda empat agar bisa melewatinya. AKu mengendarai kendaraan motor menyusuri jalan itu. Kebanyakan orang kota (orang desa yang telah menetap di kota) yang ingin mencari sebuah ketenangan dari kebisingan. Kesan itu yang aku rasakan didalam mimpiku ini.

Menyusuri jalan pedesaan, dengan pemandangan persawahan disebelah kiri. Dan perumahan  yang berjejer disebelah kanan.

Lalu aku berhenti di sebuah halaman rumah seseorang. Halaman rumah ini kecil. Tapi sangat rapi.

Dihalaman itu, terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah taman kecil lengkap dengan rumput hijaunya yang sangat segar. Tampaknya baru saja di sirami. Tertanam tiang kecil di tengah sedikit minggir untuk menempatkan sebuah lampu taman. Bagian kedua adalah halaman garasi tercor rapi. Sedangkan di depan rumah itu sudah beraspal halus.

AKu baru menyadari, bahwa lokasi rumah ini berada di sisi sebelah kanan jalanan yang aku lewati tadi. Sedikit masuk yang kurang lebih berjarak 5 meter dijalanan pedesaan itu.


Panjat Pohon

Lalu, aku tiba di suatu persimpangan pertigaan jalan. Jalan ini sedikit mirip dengan jalan yang berada di tempat tinggalku saat ini. DI Jomegatan - Nitiprayan - Ngestiharjo - Kasihan -Bantul.

Hanya saja, rumah disini sedikit lebih rapat serta saling berdekatan. Aku berada di suatu rumah, persis di persimpangan pertigaan itu. Dengan anggapan ku saat itu, pertigaan itu mengarahkan jalan ke Selatan - Utara dan Barat (timur: dijogja, aku masih suka menganggap bahwa arah barat itu menunjukan ke arah barat, begitu juga sebaliknya. hehehe).

Sedang diadakan hajatan, aku berada di salah satu dapur berlantai tanah yang berada persis di samping jalannya. Banyak orang disitu.

Kalo do tempatku, nyebutnya "rewang".


0 Response to "Longsor di Merbabu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel