Sebenarnya aku kalian anggap apa

Sebenarnya aku kalian anggap apa


Diari Anbusenja

Sembilan tahun berlalu.

Bagai kertas bekas yang tersapu ombak, tinggal menunggu waktu untuk menjadi satu dan tenggelam ke samudra yang dalam.

Lalu ku bertanya kepada tembok yang selalu diam. Aku ini apa, aku ini siapa?

Aku tak berharap jawaban, jika pernyataan yang keluar lebih menyakitkan.

Sakit dan kecewa, sepertinya aku harus merela.


Ungkapan Kesedihan.

Tiba-tiba kok puitis ya. Hahaha...

Biasanya, Puisi identik dengan cinta kan ya. Menyatakan perasaan melalui kalimat yang disatukan.

Ini juga ungakapan lho, masamu... Ungkapan kesedihan tapi. Hiihihi.

Udah sering euy. Buanyak. Saking banyaknya aku lupa. Sudah berapa kali hal seperti ini terjadi. Aku nggak mau mengingatnya. Karena cuman bikin luka. Hahaha

Ini adalah soal pengabdian. Aku, kepada tempat ku mengadukan nasib di perantauan.

Sembilan tahun aku bekerja di sebuah perusahaan (ini). Sejak pertama kali bekerja, sampai sekarang. Suka duka, susah senang, sudah banyak aku rasakan. Tak pernah terfikirkan sedikitpun saat itu, kalau kondisi seperti ini akan menjumpaiku.

Merasa tersingkirkan, terasingkan, dan terlupakan. 

Kian hari perusahaan terus bergerak kencang. Giat merangkul seseorang yang memiliki potensi untuk membantu perusahaan berkembang. 

Sebenarnya, aku kalian anggap apa?


Sakit, sedih, kecewa tak karuan. Tapi siapa aku. Aku masih menjadi karyawan biasa. Tak punya kuasa, tak punya kekuatan untuk merubahnya. Setidaknya setelah adanya tenaga-tenaga muda. 

Kemarin (18/6/19),
Siang. Ada salah satu manajer memintaku untuk memindahkan posisi cctv. Baiklah. Aku menerima tugas itu. Walaupun bukan dari manajerku langsung. Aku juga merasa tak perlu melapor, toh sama-sama manajer ini. Bukankah mereka punya koneksi tersembunyi. Yang hanya "mereka" yang mengetahui.


Baca : Cemburu itu penyakit

Sorenya. Ada laporan di grup, dimana aku juga merasa terpecundangi disitu. Ada salah satu anggota yang melaporkan bahwa ada permintaan yang sudah sebulan disampaikan, namun belum ada tindakan.

Permintaan itu adalah dengan memindahkan Cctv, ke tempat dimana angle bisa lebih terjangkau.

Spontan aku menyampaikan apa yang sudah ditugaskan siang itu. Namun, jawaban yang aku terima seolah membuatku terpojokan. Seolah aku mengetahui apa yang mereka bicarakan, dan dengan aku tidak melaporkan perkembangan, adalah tindakan yang tidak dibenarkan.

Hallo.

Aku baru tahu beberapa jam sebelumnya Lho. Itupun dikasih tahu oleh orang lain.

Sebulan sebelumnya sudah ada permintaan. Dan aku sama sekali tak mengetahui akan hal itu. Sekarang kenapa aku terpojokan, jika tidak melakukan pelaporan.

Jika emang seperti itu maunya, kenapa aku nggak di ajak ngobrol sebelumnya. Apalagi diajak mempertimbangkan, di info aja enggak.

Yang katanya aku di posisikan di GA itu apa. Apakah itu hanya pemanis kata thok?

Bukankah itu juga bagian dari jobdesk dari GA. Kenapa harus minta ke yang lain. Terus apa gunanya saya menjadi bagian GA. Cuman syarat dan pelengkap saja.

Sakit lho itu. Terabaikan.

Apresisasi tak melulu soal materi.

Please, jangan kasih aku harapan


Boleh kah aku mengajukan permintaan. Please, jangan kasih aku harapan. Biarlah aku melakukan apa yang ingin aku lakukan terhadap perusahaan. Selama itu tidak merugikan, jangan usik aku.

Aku sudah capek lho, makan  harapan-harapan palsu seperti itu.

Jika kalian tak siap menempatkan aku pada suatu posisi itu. Yaudah. Jangan dikasih harapan dong.

Udah terlanjur senang, melakukan improve, malah kemudian di abaikan. Seolah tidak pernah ada pembicaraan seperti itu.




0 Response to "Sebenarnya aku kalian anggap apa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel