PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG
Personle selain si BOLANG

Ini, adalah pendakian pertama-ku semenjak aku memasuki dunia kerja. Menjadi karyawan untuk para juragan. Dan semua personel kali ini adalah teman satu tempat kerja pada salah satu perusahaan di Jogja.


TENTANG JALUR PENDAKIAN VIA JALUR WEKAS - MAGELANG

Ikhtisar

Basecamp Wekas berada di wilayah Magelang. Berada di desa Wekas. Untuk menuju kesini, yang perlu kalian lakukan adalah membuka Google Maps. Hehehe






Tak salah lagi, Alat canggih ini sudah cukup bisa membantu mencarikan lokasi yang kalian inginkan. Meskipun masih sering terjadinya bug dimana jalan yang disarankan Google Maps tak selalu sesuai ekspetasi. Hehehe


Yang jelas nih bri, jalan menuju basecampwekas ini, sejalur dengan arah menuju Gunung Andong




***
Baca :

  1. Pendakian Gunung Andong via Jalur Pendem
  2. Pendakian Gunung Andong via Jalur Sawit
  3. Filosofi - Cowok Pendaki Gunung Adalah Suami Idaman
  4. Informasi Unik Seputar Gunung Lawu
  5. Daftar Peralatan Gunung

***

Lokasi Menuju Basecamp

Yang sudah pernah ke Andong, mungkin secara tidak sadar akan melewati gerbang menuju jalur Wekas ini. Lokasi nya berada di sebelah kanan jalan jika dari Kota Magelang. Ada tanjakan kemudian disambut sama belokan ke kiri.

Jalur ke kirim adalah jalur yang mengarah ke Gunung Andong dan juga kota Salatiga. Sedangkan jalur lurus dimana nanti melewati sebuah gapura merupakan jalur perkampungan menuju basecamp Pendakian Gunung Merbabu via Wekas. (Lihat Gambar Dibawah)

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG
Persimpangan Menuju (Kiri) Basecamp Sawit Gn. Andong & (Kanan) Basecamp Wekas Gn. Merbabu



Ikuti saja jalur tersebut sampai atas. Jalur ini merupakan jalur aspal bergelombang. Tidak tahu juga sih jika sekarang sudah diperbaiki. Tapi saat pendakian yang berlangsung tahun 2013 ini, masih bergelombang.

Kurang lebih, butuh waktu 1 (satu) jam perjalanan terhitung dari gapura dengan menggonakan sepeda motor.

Jalan disini juga sedikit licin jika memasuki musim penghujan jadi berhati-hatilah. Selain itu, selalu cek kondisi kendaraan motor kamu ya bro. Karena jalannya menanjak dan berkelok.




KEPENATAN PARA KARYAWAN


Para Pencari Hiburan

Kepenatan, depresi, 

Kepenatan, depresi, stres, sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia selama ia masih (mau) melakukan aktifitasnya. Begitupula dengan kami para karyawan, selalu mendapat tekanan saat menyelesaikan pekerjaan. Tak semua memang, hanya sebagian dari kami, tapi kami juga ikut merasakan satu sama lainnya.

Seseorang, tentunya memiliki karakter masing-masing. Namun, KAMI, seperti mendapat Chemestry . Saling mendukung dan mengerti satu sama lainnya, sehingga kami yang 'sehat' merasa ingin membantu untuk meredamkan kepenatan mereka.

Kami, yaitu aku dan kojek yang saat itu memiliki pekerjaan yang terbilang mudah dan woles. Sehingga tidak banyak tekanan yang kami terima dari pada Dwi, Angga, Bolang dimana mereka adalah pasukan lapangan. Menawarkan melakukan aktifitas pendakian.

Aku dan Kojek adalah 'para pelaku penggiat alam' , Sedangkan aktifitas pendakian sendiri bukan hal yang asing lagi bagi kami. Kami sarankan dan ternyata mendapat respon yang baik. Mulailah kami membuat rencana melakukan pendakian.


Melengkapi Perlengkapanku



Karena ini adalah pendakian pertama setelah vacum lama, perasaanku jadi menggebu-nggebu. Setelah sekian lama tidak melakukan pendakian.

Pun, aku memanfaatkan kesempatan ini sebagai alasan pada diriku sendiri, untuk melengkapai perlengkapan mendaki ku.

Pertama-tama yang ingin aku beli saat itu adalah Sepatu.

Disela-sela agendaku, aku menyempatkan untuk Survey dibeberapa toko outdoor. Tidak seperti sekarang, dulu toko outdoor masih jarang. Outleetnya pun dalamnya masih gado-gado. Berbagai merk ada disana. Begitu juga dengan pilihan sepatunya.

Sembari melihat saldo ku saat itu, aku sangat berhati-hati untuk memilih. Murah dan Berkualitas. Setelah keluar-masuk berbagai toko outdoor, pilihan ku jatuh ke Sepatu boot Rei berukuran 42". Seingatku harganya dulu Rp.350.000,-

Senang banget rasanya. Hal yang aku impikan bisa terwujud.

Malamnya langsung aku coba, sebagai bentuk pemanasan dan pengenalan. Aku kenakan dan ku buat untuk berjalanan. Berjalanan beberapa langkah dan merasakan dengan khidmat.

Aku yakinkan diriku sendiri. COCOK!


Kerjasama Tim

Masalah, layaknya bumbu kehidupan. Jika tidak ada masalah, hidup serasa hambar. Walaupun kita sebetulnya juga nggak pernah mengharapkannya. Namun itulah yang terjadi.

Begitu juga dengan pendakian kali ini. Tak lepas dari yang namanya haangan dan rintangan. Namun, kami sudah memiliki tekad untuk tetap melanjutkan rencanan pendakian kami kali ini.


Sehari sebelum hari keberangkatan kami. Secara mendadak ada agenda lapangan kantor yang mengharuskan untuk bisa diselesaikan pada hari kami akan melakukan perjalanan ke Basecamp.


Tentunya, hal ini membuat kami sedikit panik, karena agenda tersebut bahwa pendakian kami terancam batal. Padahal, pendakian kali ini adalah kegiatan yang kami tunggu-tunggu.

Yang kurasakan, ada perasaan kecewa dan tidak senang setelah mendengar hal tersebut. Seolah-olah seperti atasan tidak mengijinkan kami untuk pergi.

Setidaknya, hal tersebut dirasakan oleh empat orang yang pada kelompok yang akan berangkat ke Gunung Merbabu. Hanya aku dan kojek yang bukan dari bagian tim teknis. Namun karena ini tim, pun kami berdua ikut merasakan apa yang mereka rasakan..

Pun kami berkumpul. Mencari solusi dari masalah tersebut. Dan cara yang paling pas adalah sesaat meninggalkan ruang kerja dan keluar sekedar mencari angin segar.


Kopi Jos yang berada di utara Stasiun Tugu, adalah tempat yang kami sepakati untuk menyelesaikan masalah ini. 

Mengingat tempat ini cukup dekat dengan kantor kami. Yang berada di Malioboro - Yogyakarta.  Berjarak tidak lebih dari 30 menit untuk sampai ke sini.


Breifing Sejenak

Sembari menyeduh kopi, menghisap beberapa batang rokok, kami mengawali obrolan kala itu, "Iki penak e piye cah" Lalu obrolan pun  berlanjut.

Tidak serta-merta membicarakan masalah yang sedang kami hadapi, yang ada cerita kami terkesan mlipir, sama sekali tidak ada hubungannya dengan niat dan tujuan kami datang ke Kopi Joss, utara stasiun tugu ini.

Tapi, setidaknya emosi temen-temen disini memang sedikit lebih reda, ketika diajak guyonan pun mereka menenggapinya dengan ketawa-ketiwi.

Sampai akhirnya, kami menyepakati kalau besok kami berbagi tugas.

Ada enam orang yang akan ikut dalam pendakian ini. Yakni;

  1.  Dwi
  2.  Endro
  3.  Bolang, 
  4.  Angga,
  5.  Kojek
  6.  dan aku sendiri.

Dwi dan Endro, berangkat entah kemana aku tidak begitu ingat. Yang jelas mereka berdua melakan pointing disuatu tempat di luar sana. Entah di Tempat Pelanggan atau di BTS.

Angga dan Bolang, berada di kantor. Melakukan pointing lewat tower yang berada di kantor.

Aku dan Kojek bukan dari tim lapangan, dan kebetulan kami yang lebih memahami soal teknis mendaki daripada keempat orang diatas. Jadi tugas kami adalah menyiapkan segala sesuatu untuk mendaki. Sehingga, ketika tugas mereka sudah selesai, kami bisa langsung berangkat, tanpa mengulur waktu lebih banyak.

Terancam Batal

Sepertinya, halangan demi halangan masih terus mengekor pada rencana kami. Ada insiden yang nyaris membuat rencana pendakian ini benar-benar terancam batal.

Ketika aku dan kojek sedang melakukan packing dibelakang, Tiba - tiba terdengar suara yang sangat keras dari arah luar. Sontak membuat aku dan khususnya kojek, berlari mencari sumber suara.

Ketika kami sampai ruang depan, kami melihat Angga sedang terkapar disamping tangga.

Angga terjatuh dari tangga, entah saat akan naik atau hendak turun. 



 _ALBUM PENDAKIAN GUNUNG MERBABU VIA JALUR WEKAS MAGELANG TH. 2013_



PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG


PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG


PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG



0 Response to "PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via JALUR WEKAS - MAGELANG"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel