MOMEN MENYENANGKAN SAAT MENDAKI GUNUNG

MOMEN MENYENANGKAN SAAT SAAT MENDAKI GUNUNG

MOMEN MENYENANGKAN SAAT MENDAKI GUNUNG


Hey, diantara kalian ada yang sudah pernah mendaki Gunung, atau malah Mendaki Gunung sudah kamu jadiin sebagai hobi. Kalo iya, kita saudara. Hahah. Tapi yang belum pernah merasakan mendaki, cobalah sesekali. Maka kamu akan merasakan sesuatu yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya.

Oh iya, ini juga ada artikel menarik. Simak juga ya

Nah, aku pengen banget nih membagi pengalaman pribadi yang menurutku sangat menyenangkan saat melakukan pendakian. Simak nih ya,

Cekibrot !

1. PACKING

Packing - MOMEN MENYENANGKAN SAAT MENDAKI GUNUNG

Packing adalah seni. Aku pernah membuat artikel tentang itu. Tapi sepertinya aku lupa menyimpannya dimana. Next time aku akan mencarinya dan membagikan pengalamanku, kenapa aku menyebut packing adalah seni. Hehehe

Ketika packing, aku merasa senang. Kebiasaanku yang berusaha agar sesuatu tampak rapi, seperti terbawa saat memasukan peralatan dan kebutuhan mendaki kedalam tas keril. 

Itu adalah kesenengan tersendiri buatku. Menata sedemikian rupa, bebas melakukan Improvisasi jika ada kurang yang pas, lebih bebas juga saat menerapkan estetika didalamnya.

Packing, adalah keindahan abstrak yang hanya bisa dipahami oleh pelaku packing itu sendiri.

Kalo kamu Bro? apakah juga merasakan apa yang aku rasakan saat packing?

2. MENJEMPUT KAWAN / SAUDARA


Lebih seringnya saudara sih kalau aku saat ini. Terlebih ketika sudah lama tidak bertemu, dan itu adalah moment yang tepat untuk temu kangen.

Seperti saat aku menjemput saudaraku, diterminal giwangan beberapa waktu yang lalu. Yang pada saat itu, kami akan melakukan pendakian ke Gunung Merbabu.

Detik-detik penjemputannya. Mulai mendapat kabar kalo mereka sudah berangkat dan menaiki kendaraan, dilanjutkan kabar ketika sudah sampai di terminal atau stasiun dan minta untuk dijemput, lalu saat aku mulai menjemputnya dan akhirnya bisa bertemu. Rasa deg-deg annya udah kayak di borak aja. Awet.

Dan itu, yang akhirnya membuatku susah move-on jikalau sudah saatnya kembali ke rutinitas. Haddeh

Move-on nya, melebihi saat di tinggal mantan. Dan awet pula. Wkwkwkw

3. DETIK-DETIK SAAT AKAN BERANGKAT MENUJU BASECAMP


Rasanya, seperti anak kecil yang mau diajak piknik. Apalagi pikniknya udah dikasih tahu sama ibuk atau bapak saat jauh-jauh hari. Kebayangkan ya.

Tiap hari memikirkan hari itu agar segera berangkat piknik. 


Itulah yang aku rasakan. Meskipun udah beda level, dewasa ini aku masih merasakan hal yang sama. Termasuk kebelit Pipis mulu. Hehehe.

4. KETEMU KENALAN CEWEK/COWOK (CANTIK) YANG BISA DIBECANDAIN

... terlebih kalo udah dapet Chemestry-nya dan berakhir tuker-tuker an nomor Handphone. Waaah... Menang banyak tuh orang. Wkwkwkw.

Bayangin deh, kamu melakukan pendakian yang merupakan bagian dari Hobi. Ditengah-tengah kamu melakukan hobimu, kamu mendapat kenalan. Biasanya jika ketemu lawan jenis yang memiliki hobi yang sama, akan cepet banget nyambungnya.


Dan yang paling beruntung, selain udah dapet nomor hapenya ternyata juga masih dalam satu kota. 


Wew.


5. MELIHAT PEMANDANGAN YANG BELUM PERNAH DISAKSIKAN SEBELUMNYA

Biasanya lebih sering mendapat moment ini ketika pertama kali mendaki ke gunung yang belum pernah datangi sebelumnya. Tapi, kadang di Gunung yang udah berkali-kali udah di kunjungi pun masih saja dikasih kejutan serupa.

Semisal, saat mendaki ke gunung ini pertama kalinya pas malam. Dan keduanya saat siang. Udah jelas banget momentnya tuh.

Ada cerita nih, simak yes : Ketika Cupit Nesting dibandingin dengan Cincin Kawin

6. KETIKA LANGIT SANGAT CERAH

MOMEN MENYENANGKAN SAAT MENDAKI GUNUNG

Tak dipungkiri, jika tujuan mendaki kebanyakan adalah mendapat view yang menarik untuk dijadikan latar belakang fotonya. Salah satu faktornya adalah dengan kondisi langit yang cerah.

Selain alasan diatas, mungkin juga berpengaruh ke Psikis ke para pendaki itu sendiri. Yang mana, ketika menatap langit cerah, apalaghi saat ada angin semilir yang hangat akan membuat perasaan semakin tenang.

7. MENDAPATI JALAN SETAPAK YANG DISELIMUTI KABUT

Hahaha... Kalo ini nggak umum sih sebenere. Cuman obsesiku sendiri. Hehehe

Tapi, jujur lho aku seneng banget kalu saat mendaki gunung, terlebih gunung yang sebelumnya belum pernah aku naiki, mendapati jalan setapak disela-sela perjalanan.

Sejak dulu, aku emang seneng banget dengan beginian. Ini normal gag sih?

8. MENEMUKAN TEMPAT YANG TEPAT UNTUK MENDIRIKAN TENDA

MOMEN MENYENANGKAN SAAT MENDAKI GUNUNG

Yang aku maksud disini, bukan semata-mata mendapatkan tempat sesaat setelah kamu sampai di lokasi camp yang sudah kamu rencanain sejak awal. Akan tetapi, mendapatkan tempat mendirikan tenda dimana tempat camp yang kamu tuju, ternyata sudah penuh. 

Kamu mencari, observasi dengan memutari lokasi tersebut. Setelah kamu menemukan lokasi yang cukup untuk mendirikan tendamu, itulah sensasi luar biasa saat diatas gunung. Ibarat sedang memenangkan lotre.

Bayangin aja jika sudah capek-capek mendaki menuju pos paling dekat denga puncak dan ternyata lokasi nya sudah penuh. Panik gag tuh. Tapi beda ceritanya jika setelah mendapati bahwa lokasi camp sudah penuh lantas kamu mencari dan akhirnya menemukan.

W.o.w lah pokoknya. Hahaha

9. MELAKUKAN KEGIATAN MEMASAK SAMBIL BERCANDA

MOMEN MENYENANGKAN SAAT MENDAKI GUNUNG

Point in adalah salah satu alasan terbesarku kenapa mendaki lagi DAN mendaki lagi. Bagiku sekarang, puncak bukan segalanya karena bagaimana pun juga, puncak tidak pindah kan ya. Hahaha

Memasak di gunung, adalah hal yang paling aku suka dan cenderung menjadi pelepas lelah bagiku.

Moment keakraban juga

10. BERANJAK ISTIRAHAT, TAPI MASIH SEMPAT BERCANDA

UDah mau tidur, tapi masih aja ngoceh. Ini menurutku juga moment yang menyenangkan. Apalagi jika dapat temen mendaki yang emang udah dari sononya kek radio berjalan. Berhenti jika pas lapar doang, dikasih wafer satu aja bisa bertahan berjam-jam nerocosnya.

Wkwkwwk.

Berisik emang, tapi menyenangkan. Lumayan lah, bisa menghemat baterai hape kalo harus memutar musik dari sana. Toh, kalo laper juga berhenti sendiri.

Pernah nggak sih kamu Bro merasakan hal itu.

11. SAAT SAMPAI PUNCAK


Kalau aku pribadi sih, hanya berlaku kepada Gunung yang sebelumnya belum pernah kudaki. Walaupun sebenarnya, puncak bukanlah prioritas sesungguhnya dalam pendakian Gunung.

Dulu aku berfikir jika belum sampai puncak saat mendaki Gunung, belum lengkap dan belum pantas mengaku pernah mendaki Gunung. Semakin dewasa ini aku mulai memahami bahwa mendaki gunung itu adalah cara mensyukuri nikmat yang ada padaku sekarang.

^_^

12. KETEMU TEMAN PENDAKI YANG SAMA RESPECT

Jika ketemu pendaki yang kebetulan sejalan sudah menjadi obat lelah bagiku. Sejalan dalam artian memiliki respect ang positif. Terlkebih jika memiliki latar belakang yang sama selain sama-sama suka mendaki, mungkin hobi di luar mendaki seperti menulis, berkegiatan, memotret, dll

Apalagi jika akhirnya mereka, bersedia kedalam rombongan dari awal ketemu sampai berpisah di basecamp saat pulang. Wah, ibarat kita mendapat anugrah terindah. Hahaha

ini, pernah aku rasakana saat mendaki ke Gunung Slamet beberapa tahun silam, Aku dan kelompokku mendapat teman baru yang ketemu di basecamp yang berasal dari Jakarta.

Dari awal mendaki, mendirikan tenda, ke puncak dan akhirnya berpisah di terminal. Yaps, kami mengantarkan mereka sampai ke terminal.

13. DETIK-DETIK MENDEKATI BASECAMP SAAT PERJALANAN TURUN

Hahaha. Bukan lagi rahasia jika perjalanan turun tuh jauh lebih cepat daripada saat mendaki. Wkwkw.. Secara teknis mah, jelas seperti itu lawong perjalanan balik merupakan jalan turun. Sekali melangkah bisa dua meter jaraknya (karena kepeleset dan terperosok. Wkwkwkw).

Namun, detik-detik mendekatiu basecamp adalah sebuah Uforia. Seperti halnya seperti mendapati puncak sudah dekat. begitu juga saat mendekati basecamp, seolah kelelahan yang dirasakan saat perjalan turun, kian mendekati basecamp kian hilang.

Walaupun kadang, saat sampai di basecamp rasa pegal dibadan mulai menyerang. Hahaha

14. PERJALANAN PULANG KERUMAH

Hem.. Pulang adalah prioritas utama saat melakukan kegiatan apapun. Termasuk dalam pendakian. Namun ini juga memiliki kesan tersendiri.

Ketika sudah berbenah di basecamp (tak jarang bahwa kebanyakan pendaki ada yang langsung pulang setibanya di Basecamp) kemudian beranjak untuk pulang.


Senang karena rasa pegal dibadan, bau keringat, lelah, wajah yang kusam akan sirna setelah mendapat siraman air hangat setibanya dirumah.


Dan selain itu, bisa memampang foto-foto terbaik ke dalam akun medsos masing-masing setelah dirasa mendapat sinyal dari smartphonenya masing-masing.


Kalian begitu nggak sih? kalo aku sih, iya banget! hahaha.

0 Response to "MOMEN MENYENANGKAN SAAT MENDAKI GUNUNG"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel