Melewati Gerbang Batu Bata

Ini Adalah kelanjutan mimpi sebelumnya Aku bermimpi melewati sebuah gerbang yang terbuat dari batu bata yang berwarna merah. Disana ada seseorang, yang selama ini aku anggap sebagai pelita ditempat kerjaku


Melewati sebuah Gerbang Batu Bata

Melewati Gerbang Batu Bata

Tak tahu pastinya. kejadian itu saat malam atau siang. Yang jelas bukan pagi.

Suatu ketika, aku berada di sebuah tempat yang masih sangat asing. Sekalipun di dunia nyata. itu tempat yang baru menurutku. Dimana disitu ada sebuah tembok besar mirip dengan gerbang. Alih-alih di tempat terbuka, gerbang itu berada di dalam rumah. Karena diatas gerbang ada wuwung rumah. Namun lantainya masih terbuat dari tanah lempung yang sudah kering. 

Jika belum tahu wuwung. Itu adalah tempat paling tinggi sebuah rumah. Bukan dari luar, melainkan dari dalam. Jadi pertumuan pucuk antara dua pelataran genting.

Back to story.

Saat itu, aku merasa bersama dengan Pak Iwan. Beliau adalah seseorang yang dulunya bekerja di tempat ku bekerja sebagai seorang Konsultan yang merangkap sebagai HRD. Beliau sudah seperti pelita didalam kegelapan bagiku. Dimana posisi dan statusku yang pada saat itu yang mengambangkan, beliau memberiku secercah harapan dengan melihat sedikit potensiku. Yang mana sampai saat ini, aku tidak benar-benar mendapatkannya sekalipun dari bos ku.

Namun sayangnya, beliau keluar atau lebih tepatnya diberhentikan oleh atasan tertinggi. Aku sebenarnya tahu alasannya kenapa beliau dikeluarkan. Hanya saja, itu adalah rahasia. AKu tak menchare disini. Heheh.

Pada mimpi itu, beliau meminta ku untuk melewati gerbang yang terbuat dari batu bata yang berwarna merah. Gerbang itu sangat halus. Meskipun terbuat dari batu bata tanpa adanya polesan. Beliau mencontohkan dengan melewati tembok itu dengan menggunakan tangga.

tangga itu disandarkan ke tembok sebelah kanan. Saat beliau naik dan melewatinya aku pun mengikutinya. Berbeda dengan saat beliau melewati yang tampak begitu mudah, aku pun sangat kesulitan melewatinya. Ada perasaan takut karena jatuh ditambah perasaan yang sangat letih sekali. Kaki dan tangan terasa sangat lemas.

Mungkin itu juga berhubungan dengan kondisi tubuhku yang mana saat bangun, aku merasakan keletihan. Padahal sehari sebelum aku tidur, aku tidak melakukan sesuatu yang banyak mengeluarkan tenaga. 

Akhirnya, dengan sedikit keberanian, aku memaksa untuk melewatinya. Saat sampai diatas, aku melihat Pak Iwan turun dengan gampangya. Ternyata beliau memberitahuku ada tanggal lipas yang udah disana. Entah siapa yang meletakkannya disana.

perjuangan belum selesai sampai situ. Setelah bersusah payah naik, aku harus turun melewati tangga lipat itu. yang bikin aku lebih lemas lagi, jarak antara tembok dan tangga lipat itu ternyata tidak cukup dekat. Ada jarak 2-3 meteran dari tembok. Dimana ketika ingin menggapainya , jika tanpa keseimbangan sudah di pastikan akan jatuh bersamaan dengan tangga lipatnya. Karena tidak ada orang di bawah untuk memeganginya. Tak ada seoragpun. Termasuk Pak Iwan yang udah tidak ada disana.

Tanpa ada pengarahan, aku pun berhasil melewatinya tanpa terjatuh. Meskipun dengan badan yang sudah sangat lemas.

Setelah itu, aku berjalan menuju kesuatu tempat. Didepan, ada sebuah bangunan yang lebih mirip dengan pabrik. Kemudian aku masuk kesana.

Mimpinya berlanjut ke sini : Kerusuhan Berujung Pencarian

0 Response to "Melewati Gerbang Batu Bata"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel