Kerusuhan berujuang pencarian



Ini adalah cerita terakhir dari deretan mimpiku yang dari mimpiku sebelumnya. Tak biasanya aku bisa menceritakanya, walaupun sebagian aku sudah tak mengingatnya.

Berlokasi di sebuah pabrik yang masih aktif. Dan Cerita terakhir adalah mencari suatu tempat.

Kerusuhan berujuang pencarian


Suatu ketika, aku bekerja disebuah pabrik. Tak jelas pabrik itu memproduksi apa namun aku sebagai karyawan sedang mengerjakan sesuatu disana.

Singkat cerita. Ada kerusahan di sana. Pabrik itu berlantai dua. Sedangkan aku berada dilantai dasar. Keributan terjadi, tanpa mengetahu pemicunya. Bak dalam film laga bertema Sc-fi. Satu sama lain menembakan lasernya. Termasuk diriku sendiri yang ikut berperan disana.
\
Seperti sedang memperebutkan sesuatu. Jika ada yang sudah nonton Film Avenger : Endgame. Kurang lebih seperti, saat Spiderman membawa sarung tangan yang ada batu alamnya. Melewati berderet-deret pasukan thanos dengan meloncat sana sini.

Ya, kurang lebih seperti.
Dari sini, aku sudah muali lupa detail ceritanya. Ingat sekilas tapi susah untuk menjabarkannya. Akan aku ceritaknya lanjutannya jika aku mengingatnya. Heheh
Setelah keributan itu. AKu pun kabur dari pabrik. Kemudian bertemu dengan Iqbal. disebuah komplek perumahan. Komplek perumahan ini tidak seperti komplek perumahan yang umum ada di Indonesia. Melainkan seperti di Arizona - USA. Mungkin lokasi di mimpiku ini muncul setelah aku mulai suka memainkan GTA 5. Wkwkwkw

Baca :
Jalur Pendaki Lawu Cemoro Sewu

Aku dan iqbal merundingkan sesuatu. Seperti mengajak ke sesuatu tempat. Setelah perencanaan selesai, kami berdua berangkat.

Diujung komplek perumahan ini, ada tembok yang tak terlalu tinggi. Aku menerabasnya. Beda halnya dengan iqbal, dia meloncat seperti Spiderman. Sepertinya aktornya berganti nih. Hehehe.

Langsung kami dihadapkan dengan jalan tol. Namun tak terlalu ramai. Jalan tol ini seperti jalan Provinsi yang ada di Slahung - Ponorogo. Jalan yang berlikaku libu  setelah dari Kota Ponorogo menuju ke wilayah Slahung. AKu lupa namanya, nanti kalau ingat, aku tanyain ke istriku. Hehehe.

Kemudian kami sudah berada di suatu tempat. sebuah perkampungan.  Tampak seperti mushola yang menghadap jalan makadam. Disini, perannya sudah berganti. yaitu aku, irul, dan satu orang yang aku rasa seperti adikku sendiri, kacel.

Kami turun, melewati persimpangan.

Dipersimpangan itu. Disisi selatan (menurut pengamatanku di alam mimpi itu) ada sebuah bangunan seperti pos ronda. Berdiri di bibir jurang yang berpilar dibawahnya. Sedangkan disebelah selatannta terbentang sawah. Di depan pos ronda itu, ada beberap rumah yang menghadap ke barat. Tepat menghadap ke bentanng sawah sampai ke ujung selatan. Seperti nya jalan menuju selatan ini lurus berujung ke kaki bukit yang jauh disana.

Oh iya, sebelah kiri pos ronda ini. atau yang berada di utaranya pos ronda ini. Tepat diseberang jalannya, ada kolam kecil. Kalo di kampung ku biasanya disebut Belik. Lengkap dengan pohon beringin yang maih berukuran kecil disisi baratnya. Sedangkan disamping belik ini ada selokan kecil menuju kebarat.

Disini aku merasakan kalo Irul marah tak jelas. Seperti sedang marah dengan diriku yang sudah melakukan kesalahan. Padahal aku tidak tahu apa yang sedang aku lakukan. Dan disini, kacel hanya diam saja.

Sesaat setelah kami beranjak. Kami di jumpai oleh seekor macan. Alih menerkam kami, macan ini hanya bermain seperti hal nya kucing. Kami sempat kaget kemudian kami mengabaikan. Dan kami berjalan beriringan menuju ke barat.

Baca : 
Daftar Peralatan Mendaki

Kamudian,

kami tiba di sebuah perkampungan lagi. Disana ada hajatan orang mantenan bernuansa kejawen. Ya, umum seperti di desa-desa. KAmi melanjutkan perjalanan. Sepertinya ada yang tak sabar disini. 

Kami terus melanjutkan perjalanan. sampai akhirnya kami menemukan apa yang sedang kami cari. Sebuah Pura. Tempat peribadahan agama Hindu.

Pura itu berada di bawah jalan tanjakan sebelah kiri kami. Dan dikejauhan tampa jalan seperti tol yang berasal dari balik perbukitan dari sisi kanan kami.

Setelah itu, aku bangun. 

Mendapati kedua kucingku berada di sampingku. Pemandangan yang sangat jarang aku jumpai dirumah ini. Mengingat mereka jarang akur.  Karena memang mereka bukan saudara. Paijo yang aku bawa dari Ponorogo, sedangkan kucil aku ambil dari Kantor sebagai kucing buangan.

Mereka tampak seperti sedang menemaniku. Dan saat bangun, badanku serasa lemas.






0 Response to "Kerusuhan berujuang pencarian"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel