INFO UNIK SEPUTAR JALUR PENDAKIAN CEMORO SEWU

FAKTA SEPUTAR JALUR PENDAKIAN CEMORO SEWU

FAKTA SEPUTAR JALUR PENDAKIAN CEMORO SEWU


Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu adalah jalur yang paling banyak di gunakan oleh para pendaki. Baik Pendaki Lama maupun Pendaki pemula.


Sudah semestinya, mereka selalu mempunyai alasannya masing-masing karena setiap jalur memang mempunyai karakternya masing-masing.


Adapun fakta berikut, terkait jalur pendakian melalui Cemoro Sewu.



1. Jalur yang paling sering digunakan.

Meskipun sekarang, sudah ada empat jalur pendakian. Namun untuk jalur Cemoro Sewu masing menjadi jalur favorit oleh kalangan pendaki.

Mungkin karena Jalur Cemoro Sewu ini, merupakan jalur lama seperti halnya jalur tetangganya, yaitu jalur Cemoro Kandang.

Jauh sebelum ada jalur-jalur lainnya seperti jalur candi Cetho dan Jalur via Jogorogo.

2. Waktu yang Singkat Menuju Puncak

Untuk point ini memang tak bisa di pungkiri lagi, jika jalur Cemoro Sewu adalah jalur yang paling cepat untuk sampai puncak ketimbang jalur yang ada saat ini.

Untuk normal perjalanan, biasanya Membutuhkan waktu 7 jam untuk sampai pos terakhir. Bisa lebih singkat lagi jika anggota rombongan merupakan pendaki-pendaki muka lama alias PEMULA.

3. Trek yang Menanjak

Merupakan sisi kekurangan dari point kedua. Yang mana dibalik singkatnya waktu untuk sampai 5, ada trek menanjak yang tiada ampun menyambutnya. Hehehe... dan sayangnya trek menanjak ini juga sampai dengan pos 5. 

Nyaris tak ada bonus. Sekalipun ada, itupun juga hanya beberapa saja. Masih bisa dihitung dengan jari.

Baca Juga :




4. Jalur yang dominasi oleh bebatuan.

Saat memasuki jalur pendakian di basecamp, akan langsung masuk ke jalur makadam dari tatanan bebatuan yang akan terus menemani sampai dengan Pos 1.

Setelah jalan madakam lurus, barulah setelah pos 1 akan ketemu jalur berundak yang akan tetap seperti itu sampai dengan Pos 5 (Lima).

5. Struktur Jalur Pendakian yang Tetap

Tidak seperti jalur pendakian di kebanyakan gunung lainnya, di memiliki struktur jalur pendakian yang didominasi oleh tanah, yang ketika hujan akan berpotensi merubah dari sisi treknya, dan kemungkinan terburuknya ada jalurnya yang berpindah yang mungkin disebabkan oleh Longsor.

Tapi tidak dengan Jalur pendakain Gunung Lawu via Cemoro Sewu yang didominasi oleh batu. Potensi-potensi diatas akan selalu tetap ada, hanya saja kemungkinan itu sangatlah kecil.

Seperti pendakian pertama ditahun 2005, dan pendakian terakhir di Gunung Lawu 2017 yang lalu. Nyaris tidak ada perubahan, yang ada malah menjadi lebih baik karena di beberapa titik, bebatuan yang sebelumnya goyang dibuat lebih kuat dengan disangga oleh batu-batu disekitarnya.

6. Jalurnya Jelas

Mungkin aku bisa menjaminnya, dengan ketentuan ;
  • sejak awal tidak memiliki niat buruk selain hanya ingin mendaki untuk menikmati keindahan alam dari puncak Gunung Lawu,
  • Tidak melakukan kejahilan selama diperjalanan menuju puncak,
  • Tetap mengikuti jalur yang ada.
Hal ini, dikarenakan bahwa jalur Cemoro Sewu hampir tidak ada jalur terabasan. Dan jalur bebatuan sebagaimana informasi dari point 4.


7. Jalak Lawu sebagai Penunjuk Jalan

Inih juga merupakan fakta unik dair jalur pendakian Gunung Lawu  via Cemoro Sewu. Ketika mendekati puncak, nanti para pendaki akan didatangi seekor Burung Jalak atau temen-temen pendaki menyebutkan Jalak Lawu.

Terkadang, di pos 4 pun sudah didatang Jalak Lawu. 

Mereka umumnya mendekati para pendaki dan jika didekati akan menjauh. Tidak kabur ya, hanya menghindar aja. 










0 Response to "INFO UNIK SEPUTAR JALUR PENDAKIAN CEMORO SEWU"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel