Ketika Mereka Datang

Anbusenja - Ketika Saudara Datang
Pas hari jumat minggu kemarin. Aku kehadiran saudara yang lama tidak jumpa. Bucel yang ialah adek laki- lakiku, serta Irul yang ialah adek sepupuku.

Dikala itu, saya menjemput mereka ke Terminal Giwangan jam 20: 00. Sueneng rasanya kala mereka tiba. Kayak saat- saat kehadiran Mak- ku buat awal kali nya ke Jogja buat mengunjungiku. Sama, dengan saudara laki- lakiku. Bedanya, ia dahulu masih kecil. Tidak kayak saat ini, yang jika disandingkan, aku sudah seperti adeknya. Kalah Gedhe.

Mereka berdua tiba ke Jogja bukan sekedar kepingin datang ketempatku. Tetapi sebab terdapatnya jadwal Pendakian Gunung Merbabu, yang hendak kami jalani besok paginya.

Itu pula alibi yang pas buat" mengundang" mereka. Sebab bila sekedar memohon mereka datang ke Jogja tanpa terdapat alibi yang jelas, sudah barang tentu mereka bakal menolaknya.


Jadi, ajakan ke merbabu kala itu, sesungguhnya merupakan wujud kamuflase rasa rinduku yang aku gunakan supaya mereka mau datang ke Jogja. dan nyatanya sukses. Walaupun Mamake nyatanya tetap tidak dapat, sebab di Kebon lagi ada penebangan tumbuhan yang ingin dipakai buat merenovasi rumah. 

BAPER

Jujur deh, dibanding baper gegara mantan, aku lebih baper jika kehadiran kayak mereka. Hahaha.

Jika pas pertama kali menjemput sih, tidak kerasa bapernya namun kalau sudah kelewat sekian banyak hari dan lebih- lebih mendekati pada saat mereka bakal balik, rasanya tuh berat banget. Serasa tidak rela gitu lah. Pernah tidak sih kamu merasakannya.

Rasanya pingin lebih berlama- lama lagi deh. Bersendau- gurau serupa saat di kampung. Hahaha. Kurang lebih rasanya serupa pacaran yang Hubungan jarak jauh, sesudah itu ketemuan, dan akhirnya balik.

Persislah pokoknya.

Dan yang jelas, aku menyadari kalau nikmat semacam ini, tidak bakal sempat aku rasakan jikalau kami berjumpa tiap hari.

Receh kali ya rasa seneng ku. Heheh 

0 Response to "Ketika Mereka Datang"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel