Cupit Nesting dan Cincin Kawin

CUPIT NESTING DAN CINCIN KAWIN

Lebih Pentingan Cupit Nesting daripada Cincin Kawin

Kesan pertama kali yang kamu dengar, aneh gag sih kedengarannya. "Lebih pentingan Cuit Nesting daripada Cincin Kawin".

Bagi kamu yang belum tahu Cupit Nesting, itu adalah peralatan mendaki gunung yang berfungsi untuk mengangkat nesting. Nah, jika adalagi, yang belum tahu apa itu nesting, baca disini ya: Fungsi-Fungsi dari peralatan mendaki gunung




Nah. udah tahu kan. 

Ceritanya, aku baru balik dari mendaki gunung beberapa hari yang lalu. Pas Tanggal 22-23 Juni 2019, bersama dengan saudara laki-lakiku dan juga sepupuku ke Gunung Merbabu. 

Biasanya kalo habis mendaki, aku mengambil semua peralatan dari tas. Tidak peduli apa yang ada didalam, ada tendanya kek, badaknya kek, ada , terserah deh, aku keluarin tuh semua peralatan.


Cupit Nesting Hilang

Berlanjut ke beberapa hari kemudian, saat aku akan mau memberesi dan membersihkan semua peralatan mendaki yang aku pakai saat mendaki gunung merbabu.

Walaupun notabenya aku ini seorang yang pelupa, ternyata aku masih mampu mengingat beberapa hal kecil lho, walaupun hanya sekilas melihatnya.

Ternyata Cupit Nesting ku enggak ada!

Mungkin karena sudah saking seringnya kelupaan kali ya, jadi jika ketemu kondisi seperti ini, aku nggak terlalu panik. Lantas aku mulai nyari ke beberapa tempat. Seperti nyari di tas kerilku, di dapur ditempat aku biasa aku menaruh nesting dan kawan-kawannya, nyari di tempat tetangga yang kebetulan saat itu kosong dan aku pakai untuk bongkar muatan disana, nyari di bak sampah, nyari di bawah bantal, dan tetep nggak ada.



Dari sini mulai panik nih, tapi aku berusaha untuk tetap tenang. Pun aku ulangi dari awal. Bedanya, kali aku lebih Setiti (Teliti). Tapi hasilnya tetap aja. Nggak ada juga.

Yeah... mulai pening nih kepala, mulai adem panas. 

Dan akupun pasrah.

Harapan terakhir

Di akhir-akhir pencarian, aku ingat kalo ada satu tempat yang belum aku cari. Tas pinggangku, yang posisinya ada di kantor.

Seingatku, aku merasa pernah memasukan sesuatu disana saat membereskan semua peralatan. Tapi aku lupa detailnya apa aja. 

Harapan terakhir, pun aku menuju ke kantor. Berharap cupitku disana. Saat menuju lokasi tempat aku menaruh tas pinggangku pun masih sedikit ada rasa takut. Jika saja disana nggak ada, mungkin aku harus "entahlah". 

Setelah tas ketemu, aku buka resletingnya, aku ambil satu persatu barang yang ada didalamnya, ketika tanganku menggapai sesuatu yang aku kenal, sontak aku mengucapkan rasa syukur ku disana.

Alhamdulillah, Nestingku ketemu!!!

Ketika Cupit Nesting dibandingin sama Cincin Kawin

Nah, tapi beda buanget saat aku ditanyai sama istriku.

"Mas, cincin ku hilang" Kata istriku saat asyik bermain PC dirumah. Dengan perasaan tidak bersalahnya, aku jawab dengan gampangnya.

"Ah, yaudah. beli lagi". Jawabku sambil masih asyik main hape.

Kejadian itu terjadi setelah aku mendaki gunung merbabu yang aku ceritain diatas. Beda banget situasinya ketimbang pas kehilangan Cupit Nesting.

Aku aja, kalo ingat-ingat itu aja rasanya pengen ngakak kok. Kok bisa gitu lho.

Secara, dari sisi harga, 
  • Cupit Nesting, hargaya Rp.50.000,- (ingat lho ya, cuman cupitnya aja)
  • Cincin Kawin, harganya Rp.1.000.000,- (kalo nggak salah sih)
Ini bukan bermaksud pamer lho. Hanya menunjukan perbandingannya, yang bahkan nggak ada sepertiganya itu. Aku iso gedeg-gedeg dewe og pas ngeleng-ngeleng iku.

NB:
Pas istriku bilang cincinnya hilang. Dia sebenarnya sedang bercanda. Bukan beneran hilang. Mungkin kalo beneran hilang, nggak tau deh gimana responku entar kayak gimana. Semoga aja sih, nggak bener-bener kejadian kan ya. 

Wkwkwkw

Aamiin..  ^_^

2 Responses to "Cupit Nesting dan Cincin Kawin"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel