CEMBURU ITU ADALAH PENYAKIT

CEMBURU ITU ADALAH PENYAKIT

Anbusenja - CEMBURU ITU ADALAH PENYAKIT
Aku dan Istriku - yang Jomblo jangan ngiri, tapi bersabar :p

Rasa cemburu, biasa di jadikan acuan untuk mengetahui seberapa besar perasaan cinta terhadap seseorang. Tapi apakah kamu tahu, kalau Cemburu itu adalah penyakit.


Sebelum ke level ini. Sama! Aku juga memakai parameter tersebut untuk mengetahui keseriusan seseorang. Ning, semenjak aku berstatus mantan oleh mantanku yang terakhir, dan kemudian berlanjut ke arah jomblo akut yang hampir semester 10 kala itu, membuatku tak lagi memikirkan hal itu.

Baca juga Diari Anbusenja yang unfaedah lainnya 😎





Yaaa, gimana mau memikirkan cemburu, kalo cewek aja gag punya. Nah lo. wkwkwwk

Coba deh, baca Kamus Sinonim Indonesia, Kamus Mandarin, Kamus Besar Bahasa Indonesia nanti akan menerangkan bahwa cem cemburu itu cenderung mengarah ke arah yang negatif.

Selebihnya, cari aja sendiri aja ya. Karena kali ini, lagi nggak mau menulis artikel yang bermutu. Cuman pengen menulis catatan harian sewaktu liburan beberapa hari yang lalu.

Mencemburui Suami

Ceritanya,
Aku dan Ojob-ku (baca=Bojo/Istri) kedatanngan tamu dari Surabaya. Saudara dari Ojobku yang sengaja datang ke Jogja untuk liburan.

Ada Tante, Om, Anaknya Om, Adeknya Tante, Keponakan Tante, dan Suaminya Keponakannya Tante.

Bingungkan lho. Sori ya. Sengaja e. Hehehe.

Nah!

Pas sampe sana. Di Borobudur, si Om mencandain si Keponakan Tante kalo suaminya dideketin cewek. Di komporin juga sama si anaknya Tante. Dan direspon judes sama Keponakan Tante. 

Aku mengetahui itu, belum begitu ngeh sebenere. Karena akunya emang Ignore banget. Apalagi dengan begituan.

Kalo ke Candi Borobudur, rasanya belum lengkap kalo belum ngerasaain capeknya naik ke atas. Begitu juga dengan kami. Saat sudah sampai atas yang sempet panik mencari aku yang sengaja memutari Stupa utama, (wkwkwk) kami pun turun.

Saat mau turun, saat ojobku dan saudaranya duluan sedangkan aku berada di belakang, ada dua cewek yang mendekatiku, Dari kejauhan, tentunya cuman interaksi antar dua lawan jenis dan jelas nggak kedengeren apa yang mereka katakan. Padahal sebenarnya mereka menanyakan spot foto yang menarik.

Mungkin dikira fotografer amatir kali ya. Padahal mah emang iya. Hehehe,

Saat sampai di bawah. Ojobku ngasih tau kalo tadi si Om bilang "Suamimu dideketin sama dua cewek itu lho" dengan tampang Ignore-nya juga (heish. Jodoh ibarat cerminan diri itu emang benar adanya cuy. -_-) ojob ku bilang dengan gampangnya ke gini "Halah, biarin aja lah om" Sambil melengos ninggalin si Omnya.

ya setidaknya, seperti itu lah cerita dari versinya ojobku.

Sangat bertolak belakang dengan Keponakan Tante yang sangat jelas terlihat cemburu. Padahal, mereka duluan yang menikah. Dan salah satunya masih tampak seperti anak sekolahan.

Sebagai suaminya, Ya bangga lah melihat respect ojobku seperti itu. Hihihi 



Membangun Kepercayaan di dalam sebuah Hubungan

Hehehe, Saat diceritain itu, aku cuman nyengir-nyengir aja.

Gimana enggak coba. Dengan tampang datarnya membiarkan aku yang notabenya adalah suaminya, dideketin dua cewek (kalo menurutku emang cantik sih. Putih. Satu feminim dan satunya tomboy) tepat berada di depannya dan terkesan membiarkannya.

Aneh memang. Yaaa, aneh, jika kamu masih menanggap bahwa cemburu adalah parameter perasaan pasangannmu.

Padahal yang sebenarnya, paramater yang sesungguhnya untuk mengetahui perasaan pasangan mu adalah rasa kepercayaan mu terhadap pasanganmu itu sendiri.

Susah untuk membangun itu, terlebih jika salah satu diantaranya masih labil dan masih mengedepankan egonya. Namun bukan tidak mungkin jika itu dilakukan secara berkala berulang kali.

Saat pertama aku mulai mengenalnya, ojobku sangat labil. Pencemburu berat. Namun karena seringnya aku menyakinkannya sedikit demi sedikit, maka rasa kepercayaannya mulai terbentuk.

Diari Anbusenja lainnya :

Umumnya, jika salah satu pasangan berada dalam satu tempat dengan orang yang diketahui memiliki hubungan tertentu dimasa lalu, biasanya ia akan melakukan sikap protektif level maksimal terhadapnya.

Namun tidak dengan ojobku. Cemburu iya, tapi kalo protektif nggak.

Ojobku sudah mengetahui dan memang jauh-jauh hari sudah ku kasih tahu. Jika aku sekantor dengan cewek yang dulu pernah aku taksir dan aku tembak kemudian di tolak. Bahkan sampai dengan hari ini, aku masih satu departemen dengan cewek tersebut.

Awalnya aja sih, Ojobku merasa curiga, tidak percaya, uring-uringan. Namun lambat laun dia mulai mengerti dan memahami arti sebuah kepercayaan.

Pun aku juga tidak semata-mata memanfaatkan situasi tersebut dengan mendekati lagi cewek itu. Yang ada aku malah membuat jarak dengan cewek itu, dan berinteraksi sewajarnya.

Alasannya, ojobku sudah mau menghargai posisiku dimana aku sekantor dengannya. Dan Feedbacknya, aku mengapresiasi hal tersebut dengan tidak tidak menyia-nyiakan kepercayaannya. Dengan atau tanpa sepengetahuannya.

^_^

Aku hanya seorang pria yang belajar untuk (tetap) menghargai wanita.


Kesimpulannya

Jika kamu menginginkan hubunganmu sehat. Jangan terlalu membatasi pergerakan pasanganmu. sekalipun ada lawan jenis yang menyukai dan mendekati pasanganmu.

Boleh pasang kuda-kuda, tapi jangan langsung menyerang. Perhatikanlah.

Jika pasanganmu tak merespon, dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi atas kesadarannya, berarti dia patut di apresiasi. Dia berusaha agar tidak larut dalam kesalahpahaman.

Namun jika pasanganmu mulai merespon, dan terkesan ada yang disembunyikan. Maka kamu perlu melakukan tindakan.

jadi,
seberapa sehat hubungan mu selama ini guys?

0 Response to "CEMBURU ITU ADALAH PENYAKIT"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel