BEBERAPA INFORMASI (UNIK) SEPUTAR GUNUNG LAWU

BEBERAPA INFORMASI (UNIK) SEPUTAR GUNUNG LAWU

BEBERAPA INFORMASI (UNIK) SEPUTAR GUNUNG LAWU
POS 5 Gunung Lawu


Gunung Lawu merupakan Gunung yang paling sering dikunjungi. Selain aksesnya menuju basecamp yang sangat mudah, juga karena jalur pendakiannya yang tak pernah sepi dari pengunjungnya.

Namun, sebagian dari mereka banyak yang masih belum tahu fakta atau informasi yang bisa dibilang unik seputar Gunung Lawu. Yuk mari disimak bareng-bareng;


1. Berada di Antara Dua Provinsi

Terbelah oleh garis perbatasan antara Provinsi Jawa Timur dengan Jawa Tengah. Yang mana sisi barat berada di wilayah Tawangmawu - Karanganyar - Jawa Tengah. Sedangkan sisi timur berada di wilayah Plaosan - Magetan - Jawa Timur.

1. Gunung Lawu Memiliki Suhu Lebih Dingin dari Gunung-Gunung di Sekitarnya

Mungkin, pendaki yang memiliki jam terbang tinggi, yang sudah pernah melakukan pendakian di beberapa gunung yang berbeda akan merasakan apa yang seperti ku rasakan. Yaitu dinginnya Gunung Lawu, lebih dingin dari gunung-gunung disekitarnya.

Untuk itu, jika kamu ingin mendaki ke Gunung ini, persiapkan semua nya dengan matang. Baik dari peralatan dan juga kondisi tubuhmu sendiri.

3. Basecamp Pendakian tertinggi di Jawa Timur.

Yaitu Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang.

Informasi ini aku dapat dari beberapa temen-temen pendaki yang seingatku dulu pernah mengukur ketinggian Basecamp di Cemoro Sewu. Ditambah dengan analisaku sendiri, dimana untuk mencapai puncak, memiliki durasi yang lebih singkat dari beberapa Gunung Yang pernah kunjungi.

Selain itu, sesaat setelah sampai di Basecamp ini. Maka akan langsung disambut oleh hawa Dingin sebagaimana ciri khas dinginnya Gunung Lawu. Dimana, pada beberapa basecamp lainnya, jarang dijumpai seperti ini. Heheh.


4. Jarak antar Basecamp Saling Berdekatan.

Sejauh pengalamanku selama ini. aku baru menjumpainya disini. Jarak antar basecamp yang berdekatan, beda wilayah (Provinsi) yang sekaligus beda jalurnya. Yaitu Cemoro Sewu dan juga Cemoro Kandang.

Mungkin ini yang menjadikan Gunung Lawu lebih unik dari Gunung-Gunung disekitarnya.

Ini juga memungkinan ketika mendapati fakta di jalur pendakian yang ingin mereka kunjungi. Saat itu juga, mereka bisa berpindah haluan memakai jalur lainnya, tanpa harus membuang banyak waktu.

Karena jarak antar Basecamp ini hanya 5 perjalanan motor.

5. Memiliki 5 (lima) jalur Pendakian

Sejauh ini yang aku tahu, terdapat 5 (lima) jalur pendakian yang dipakai oleh pendaki, diantaranya
  • Jalur Cemoro Sewu (Jawa Timur)
  • Jalur Jogorogo (Jawa Timur)
  • Jalur Singolangu (Jawa Timur)
  • Jalur Cemoro Kandang (Jawa Tengah)
  • Jalur Candi Cetho (Jawa Tengah)
Dan yang pastinya, masing-masing jalur memiliki karakter dan ciri khasnya masing-masing, yang akan di ulas di artikel lainnya.

6. Jalur Candi Cetho Adalah Jalur Terlama (Terpanjang)

Jalur Candi Cetho, baru-baru ini menjadi ramai dengan berbagai alasan. Meskipun sejatinya sudah ada sejak lama. 

Merupakan jalur terpanjang dan terlama untuk sampai ke Puncak. Karena lokasi Basecamp yang jauh dibawah dibandingkan dengan basecamp-basecamp lainnya.

Yapz, meskipun dibayang-bayangi oleh durasi perjalanan yang panjang, nyatanya masih banyak pendaki yang ingin merasakan sensasinya melewati jalur ini.

Mungkin dari semua alasan yang ada, ada dua alasan yang memberatkan mereka yang ingin melalui jalur pendakian ini

  • Yang pertama, karena bisa sekaligus mengunjungi candi cetho
  • Yang Kedua, adanya sabana di ujung jalur sebelum puncak, yang belakangan menjadi trending diberbagai media sosial. Pun jika beruntung, ada yang bisa memotret Kijang Lawu yang hidup di habitatnya asslinya.

7. Jalur Cemoro Sewu Adalah Jalur Tercepat (Terpendek)

Dari 5 (Lima) jalur pendakian saat ini, Jalur Cemoro Sewu lah yang menurutku jalur tercepat. Dikarenakan jalur ini memang memiliki jalur yang terus menanjak yang nyaris tak ada bonusnya.

Meskipun tak ada bonusnya (Baca:jalan landai), itu bisa diatas dengan jalannya yang memiliki ritme zig-zag, dan itu akan terus menemui perjalananmu sampai dengan pos 5.


8. Jalur Cemoro Kandang adalah jalur yang memiliki banyak Bonusnya

Bonus disini maksudnya adalah jalur landai. Karena jalur Cemoro Kandang memutari Gunung Lawu dari sisi barat. Berbeda dengan jalur Cemoro Sewu yang terus ngetrek. Jalur cemoro kandang lebih banyak jalur yang landai.

Dibalik kemudahan itu, untuk mencapai puncak juga membutuhkan waktu lebih banyak. Kurang lebih 12 jam perjalanan dengan ritme yang sangat Woles.

9. Terdapat Jalan Raya yang dipakai untuk Jalur Alternatif antar dua Provinsi

Seperti yang sudah banyak kita ketahui, dimana infastruktur di jaman ini sudah banyak yang dibangun dan dibenahi. Termasuk juga jalan raya penghubung antara kota Magetan - Jatim dengan kota Karanganyar - Jateng.

Dulu, saat pertama kali aku mendaki Gunung Lawu tahun 2005 silam, jalan alternatif ini belum ada, Jalan satu-satunya ada jalan yang sempit dan sangat menanjak. Ketika berpapasan harus benar-benar memposisikak kendaraan nya dengan tepat khususnya roda empat jika tidak ingin terperosok.


Namum, mimpi buruk itu pun sudah lama hilang semenjak jalan tembus di buat dengan sedikit memutar dengan meminimalisikan jalur tanjakan. Ditambah jalan nya diperlebar dan diperhalus. Maka tak heran jika jalan ini selalu rame. Apalagi saat weekend.


Pun, jalur lama masih ada kok sampai sekarang. Mau coba?



10. Populer di kalangan Pelaku Spiritual

Sudah bukan menjadi rahasia lagi, bahwa Gunung Lawu memiliki banyak versi ceritanya seputar mitos yang berhubungan dengan Spiritual.

Terlebih di bulan-bulan tertentu seperti bulan 1 Suro, dimana para pelaku spiritual akan berduyun-duyun mendaki ke Gunung Lawu untuk mencari keberkahan sesuai dengan keyakinannya.


Menurut cerita pula, sang Proklamator Bung Karno dan Presiden Kedua Indonesia Pak Soeharto, juga pernah melakukan ritual disekitar Gunung Lawu 


11. Memiliki Sumber Mata Air

Ada beberapa sumber mata Air di Gunung Lawu. Beberapa diantaranya berada sangat dengan jalur Pendakian, yaitu Sendang Derajat.

Berlokasi antara Pos 5 (lima) Via jalur Cemoro Kandang dengan Puncak atau Warung Mbok Yem.


Menurut cerita, jika ada yang berani mandi dengan menyiramkan air dari sumber Sendang Derajat dengan jumlah ganjil, maka derajat akan naik. Entah derajat apa aku sendiri juga tak tahu, dan belum pernah mencobanya sampai dengan hari ini.


hehe.. dingin Cuy. Sekalian pas matahari tepat diatas kepala. Hahaha


12. Adanya Warung Tertinggi di Jawa Timur

Mendengar kata Warung saja, yang terlintas adalah warung tegal, warung burjo, dan warung-warung lainnya. Hehehe... Tapi jangan salah di lawu juga ada Warungnya. Namanya Warung Mbok Yem.

Sudah menjadi ikon tersendiri, dan seperti kurang afdol saja, jika naik Gunung Lawu tapi belum pernah Menyicipi makanan di warung Mbok Yem.


Perlu diketahui, dengan uang Rp.10.000m- kamu sudah bisa menikmati Soto satu Piring dan satu gelas jeruk anget. Jika beruntung kamu juga akan dapat gorengannya. Hehehe...


Mau nyoba.?

13. Terdapat Pasar Setan

Jika melalui jalur Pendakian Candi Cetho, saat menuju puncak kamu akan melewatinya. Lokasinya berada sebelum warungnya Mbok Yem,

Terdiri atas tumpukan batu.


Menurut mitos yang beredar, jika saat melewati jalur ini kamu mendengar suara yang sedang menawar sesuatu. Maka kamu harus membuang uang berapa pun kemudian mengambil sesuatu dari tempat tersebut, baik batu ataupun daun. Tapi, semua tergantung keyakinan nya masing-masing sih.



14. Adanya Bunga Abadi

Namanya Edelweis. Berbunga di waktu-waktu tertentu. Biasanya dibulan Juni-Juli dan merupakan tumbuhan yang dilindungi. 

Jika ketahuan membawa, maka sudah di pastikan akan mendapat ganjarannya. Ganjarannya tidak sampai masuk Penjara kok. Hanya dipermalukan saja di depan para pendaki yang mau naik atau yang mau turun. Hehe.


Hehe.  nggak percaya, coba saja.

0 Response to "BEBERAPA INFORMASI (UNIK) SEPUTAR GUNUNG LAWU"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel