Aku dan istriku tersandera

Beranjak dari mimpi sebelumnya. Masih di hari yang sama. Sabtu, 8 Juni 2019. Dan berlanjut ke suatu tempat yang tak asing bagiku.


Aku dan istriku tersandera


Siang itu, aku dan istriku sedang bersendau gurau dirumah kontrakan kami yang kecil nan sederhana. Sangat kecil, namun tampak sangat hangat. Kira-kira seperti itu yang bisa aku gambarkan dari dalam rumah. Tampak ada tumbuhan kembang dimana akarnya menjuntai kebawah yang menggantung di depan pintu. Nampak keindangan pemandangan karena silluet dari pantulan cahaya matahari yang sangat terang dari luar.

Disitu, kami juga bersama dengan kedua kucing kami. Yang persis seperti yang ada di dunia nyata. Si Kucil dan si Paijo. Itu sebutan kami untuk mereka.

Ruangannya sangat minimalis sekali. Ruangan yang hanya berukuruan 4x5 meter saja. Disisi depan ada meja makan, disamping kiri ada dapur dan tempat penyimpanan. Disisi lainnya ada sebuah ruangan yang berpintu. Ruang itu tertutup dan aku tak tahu apa yang di dalamnya. Mungkin sebuah kamar.

Suatu ketika ada dua orang datang ke tempat kami. Berseragam seperti seragamnya tukang ledeng. Berbeda dengan mimpi sebelumnya. Aku merasa tak mengenal mereka sama sekali.

Kami menyambutnya dengan hangat dan mempersilahkannya masuk. Kami berbincang-bincang diruang tamu. Istriku sedang menyiapkan teh (atau kopi) yang tak jauh dari tempat kami berbindang. Entah apa yang dibincangkan pada saat itu. Aku tak mengingatnya sama sekali. Tapi yang jelas, perbincangan itu berujung kepada penyanderaan terhadap kami berdua.

Kami di larang untuk keluar saat itu. Ataupun memberitahukan siapapun apa yang sedang terjadi. Meskipun dibilang penyanderaan yang terdengar kasar dan identik dengan kekerasan. Tapi tidak pada saat itu. Penyandera itu tampak lebih "lebih" sopan. Kami seperti sandera rumahan.

Aku sedikit terlihat panik. Begitu juga dengan istriku. Istriku tampak bernegosiasi kepada mereka berdua. Hendak keluar dengan jaminan keselamatanku sendiri. Sepertinya mereka memperbolehkannya dengan syarat aku harus tinggal. Dan istriku keluar rumah.

AKu diam didalam rumah, tak berkutik. Berdiam diri di meja makan. Para penyandera juga tidak melakukan introgasi apapun terhadapku. Mereka, malah tampak seperti sedang memasak. Dan berbincang-bincang sendiri.

Merasa bosan, aku berdiri. Mencari aktifitas untuk meredakan kejenuhan. Para penyandera sama sekali tak khawatir aku akan lari kabur. Karena pintu rumah terbuka sangat lebar. Seolah mereka sangat mempercayaiku. Namun aku semakin panik. Lalu memasukan kedua kucingku ke sebuah kandang. Kandangnya seperti kandang ayam pada umumnya.

Saat aku berada di depan kandang untuk memasukan kucingku. Dari seberang jalan aku melihat ada orang yang sangat mencurigakan. Lalu dia menatapku dan memberiku kode agar tidak melakukan tindakan ceroboh. Seketika aku paham bahwa mereka ada sekumpulan intel.

Mungkin mereka ingin melakukan penyergapan.

Sedikit blank, dan seketika aku menyadari. Mungkin itu adalah perbuatan dari istriku yang tadi bernegosiasi untuk bisa keluar dengan jaminan keselamatanku. Istriku menghubungi pihak berwajib untuk melaporkan apa yang terjadi.

Karena para penyandera tadi mempercayaiku. Entah kenapa, aku sempat memikirkan kesalamatan mereka. Tanpa berfikir untuk kabur, mengingat kesempatan itu terbuka sangat lebar.

Aku berada di luar rumah. Tepat didepan pintu masuk untuk memasukan kucing-kucing ku ke kandang ayam karena kekhawatiranku yang amat sangat terhdapa mereka.

Aku masuk kedalam rumah. Lalu aku disodorin cemilan dan sup. Mereka ternyata memasakan untuk ku. Tanpa sediktpun menaruh kecurigaanku terhadap dan juga istriku.

Setelah itu, aku tak lagi mengingatnya. Namun aku melihat cahaya yang terang benderang.  Cahaya kehangatan. Dan apa yang terjadi dengan ku dan istriku didalam penyanderaan itu, Tak ada yang tahu. Karena setelah itu aku berlanjut ke mimpi ku setelahnya

0 Response to "Aku dan istriku tersandera"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel