10 Alasan, kenapa harus mendaki walaupun sekali

10 ALASAN KENAPA HARUS MENDAKI WALAUPUN CUMA SEKALI

Anbusenja - Alasan kenapa harus mendaki
at Gunung Ungaran
Mendaki itu, adalah kegiatan yang kurang kerjaan. Ngapain coba udah capek-capek eeeeh.. turun lagi. Kurang kerjaan gag tuh. 

Yapz, tidak salah dengan tanggapan seperti itu, lawong kenyataan nya memang seperti itu kok. Hehehe. Biasanya, tanggapan itu terlontar oleh kalangan yang belum pernah mendaki sebelumnya. Kurang lebih, persis seperti beberapa teman ku yang mula nya menyepelekan kegiatan mendaki, sekarang malah keranjingan ngajakin mulu.

Maka dari itu. Coba lah mendaki, walaupun cuman sekali. Dan inilah alasan nya kenapa kamu harus mendaki, meskipun hanya sekali.

1. KAMU AKAN TAHU SIAPA DIRIMU.

Pernah ada yang mengatakan, jika ingin tahu kepribadianmu maka mendakilah. Secara teknis, sebenarnya segala kegiatan yang membuat kita letih bisa menunjukan kepribadian kita sebenarnya. akantetapi jika berada di dataran, hal tersebut bisa ditutupi dengan cara menghindari. Akan beda cerita jika berada di gunung. Mau menghindari gimana coba. hehehe.

Biasanya, yang biasanya dibawah tampak anteng, banyak diam, staycool, terlihat dewasa, eeeeh pas diajak mendaki suka merengek nggak jelas, banyak mengeluh karena dihajar oleh banyaknya tanjakan dan tak sabaran untuk segera sampai puncak.

Kebalikan dari yang atas. Dibawah tampak manja, cengeng, anak mami sekali, eeeeh pas diatas tampak lebih dewasa karena mampu memberi semangat kepada teman-temannya yang kelelahan.

Gimana, berani mencoba.


2. KAMU AKAN BISA MENGHARGAI DIRIMU SENDIRI.

Setelah aku berkali-kali mendaki, aku mulai tahu apa yang aku maksud diatas. Menghargai diri Sendiri.

Ini bukan terjadi pada diriku sendiri. Justru aku melihat dari beberapa teman yang mengalami itu sendiri.



3. KAMU AKAN BELAJAR UNTUK BERADAPTASI

Diera sekarang. Mendaki gunung tidak sesulit dijaman orang tua kita. Mendaki gunung Saat ini sudah merupakan bagian tren anak muda. Dimana mereka berbondong-bondong untuk melakukan pendakian. Tak jarang, mereka yang hanya bermodal dengkul.

Nama pada point ini yang kita bahas adalah, kenapa mendaki gunung bisa membuatmu belajar beradaptasi. Karena di Gunung sudah kayak pasar. Ramainya sudah mau ngalahin pasar.

Otomatis, saat melakukan pendakian yang entah di pintu masuk, perjalanan, maupun sudah sampai puncak akan mendapati pendaki berbagai macam gaya. Dari situlah kebiasaan beradaptasi mulai terasah. Apalagi kamu yang emang seorang Introvert.

4. BELAJAR UNTUK BERTAHAN

Bertahan dari rasa capek, kantuk, dingin, lapar. Hal tersebut sudah sangat umum di temui saat mendaki. Satu-satunya cara adalah Bertahan. Jika tidak kuat, kamu tidak akan pernah sampai puncak.

Bertahan dan memaksa itu berbeda. Jangan sesekali memaksakan diri saat mendaki. Karena itu hanya akan membahayankanmu dan teman seperjalananmu.

Bertahan dengan kondisi tubuh sekuat yang kamu bisa, Jika memang sudah sampai ambang batas. Berhentilah. 

5. BELAJAR BERTANGGUNG JAWAB.

Bertanggung jawab atas keputusanmu untuk mendaki gunung. Rasa capek dan lelah, pastinya akan menjadi bumbu utama dalam keseharianmu sesaat setelah turun. Disaat yang sama, kamu harus melakukan pekerjaan atau kegiatan dimana rasa lelah karena urusan lain tidak di toleransi.

Untuk itulah, sebelum mendaki, pertimbangkan dulu. Setelah dipertimbangkan, hadapi semua resikonya saat sudah sampai dirumah dan melanjutkan rutintasmu.


6. BELAJAR UNTUK TIDAK MENYERAH

Seperti halnya point 4 yaitu belajar untuk bertahan. Karena obsesimu ingin mencapai puncak. Kamu tidak mau menyerah dengan rasa capek yang menerpamu. Ada obsesi tersendiri yang memberimu dorongan berupa kekuatan yang entah datang dari mana. Sehingga semangat mu kembali membara setelah memotivasi diri sendiri untuk tidak menyerah.

7. BELAJAR MENENTUKAN TUJUAN.

Saat ingin melakukan sesuatu. Pastinya akan diikuti tujuan tertentu. Begitu juga saat melakukan pendakian, kamu akan dihadapkan dengan pilihan sulit.

Ketika badan sudah sangat lelah. Kantuk yang tak bisa ditahan. Disitulah kamu akan menetapkan tujuan untuk mencapai pos tertentu. Setidaknya, jika memang tidak sampai puncak, harus sampai pos "itu".

Dan selamat, kamu sudah belajar untuk menentukan tujuanmu.

8. BELAJAR UNTUK BERTOLERANSI.

Berbeda dengan belajar beradaptasi seperti di point 2, dimana kamu harus menyesuaikan dengan keadaan yang ada,

Bertoleransi, berarti kamu menyesuaikan dengan kondisi teman mu dan dirimu sendiri. Saat berisitirahat, dan mengetahui bawah teman mu tidak membawa makanan yang cukup, tanpa kamu sadari kamu akan menawarkan kepadanya. Apalagi jika dari bawah sudah terbangung Chemestry maka kamu sudah tidak perlu mempertimbangkannya lagi saat menawarkan makananmu kepadanya.

9. BELAJAR MEMENEJEMEN DIRI

Ketika ada ajakan mendaki. Kamu sangat senang. Namun, kamu menyadari bahwa peralatanmu kurang. Karena keinginan tersebut, kamu akhirnya memilih untuk menyisihkan tabunganmu untuk membeli peralatan yang kamu perlukan. Dan akan menjaga kesehatanmu sebelum melakukan pendakian.

10. MEMILIKI CERITA YANG BERBEDA UNTUK MASA TUA

Mungkin saja, di era anak cucu kita akan jauh berbeda. Bisa saja, tren mendaki gunung sudah menjadi kegiatan kuno bagi mereka. Untuk itulah, dengan pengalaman yang tidak mengada-ngada, akan lebih memberi kesan mendalam saat diceritakan. Yaa, sedikit dibumbui kisah heroik yang sedikit dibesar-besarkan.

***

AKu kira, sangat banyak alasan-alasan lain kenapa haris mendaki. Bagaimanapun juga, mendaki adalah kegiatan beresiko jika dilakukan tanpa persiapan. Namun, mendaki juga bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan jika tidak melakkan hal-hal yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Baca Juga :

0 Response to "10 Alasan, kenapa harus mendaki walaupun sekali"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel