PENDAKIAN BUKIT CUMBRI via PAGERUKIR, SAMPUNG, PONOROGO | Puncak diantara Perbatasan Provinsi

PENDAKIAN BUKIT CUMBRI VIA PAGERUKIR

"pemandangan yang menawan di Perbatasan"
Anbusenja - Bukit Cumbri Ponorogo
MODEL : myBro
(Minggu, 12 Maret 2017)

Ikhtisar Pendakian Bukit Cumbri

Dimulai informasi singkat dari temenku, dan sebagian lainnya dari internet. Sebenarnya sudah lama ingin mampir kesini. Tapi sayangnya selalu terkendala waktu. Secara, saat ini aku sedang berdomisili di Jogja, sedangkan rumah asli ku di Magetan. Tak lebih dari dua jam untuk menuju ke sini, BUKIT CUMBRI. 

Destinasi wisata ini, ternyata memiliki keindahan alam yang tak kalah indah lho, meskipun memiliki ketinggian 638 mdpl. Coba saja cek sendiri kalau tidak percaya.




Apalagi bila kesini saat di waktu yang tepat. seperti musim penghijau misalnya, maka mata kalian akan benar-benar di manjakan oleh keindahan alam yang menawan diperbatasan.

Secara administrasi, puncak dari Bukit Cumbri sebenarnya sudah berada di kawasan Jawa Tengah, yaitu berada di Purwantoro, Wonogiri. Walaupun begitu, kawan-kawan yang dari kawasan Jawa Timur, masih tetap bisa mendaki tanpa harus mengambil jalan memutar.

Sejauh ini yang aku ketahui, rute yang biasa di pakai oleh orang untuk menuju ke puncak Cumbri ada dua jalur, yaitu.
  1. Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah.
  2. Sampung, Ponorogo, Jawa Timur.
Tentunya, setiap rute memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Seperti info yang aku dapet dari temenku, bahwa Rute Purwantoro cenderung panjang tapi tidak menanjak, memiliki beberapa camp area, tapi tetap mendapat suguhan pemandangan di sepanjang jalurnya.

Sedangkan untuk jalur Rute Sampung, sedikit menanjak, jarak tempuh relatif singkat, sedikit camp area (ada sih sebenere kalau sedikit memaksa hhee), dan pemandangannya juga enggak kalah asyik.

***
Baca Juga Artikel Menarik Lainnya ;

***

CATATAN PERJALANAN.

Ambil jalur terdekat.

Jam 10 siang, aku berangkat dari rumah bersama dengan adekku. Rumahku sendiri berada di Magetan, tepatnya disisi paling selatan sendiri. Bungkuk, Parang, Magetan. Daerah yang berbatasan langsung dengan Ponorogo. Untuk kunjungan pertama ini, aku putuskan untuk mengambil rute terdekat dulu, yaitu dari Desa Pagerukir, Sampung, Ponorogo.

Dari rute ini, aku hanya membutuhkan waktu gag lebih dari sejam (belum termasuk menggunakan metode GPS (Gunakan Penduduk Sekitar), belanja untuk keperluan logistik, pas ada ciwik-ciwik lewat yang mengacaukan konsentrasi ane pas nyetir, dll).
Anbusenja - Bukit Cumbri Ponorogo
Rute ane dari Rumah ane.


TIPS: Untuk kalian yang lebih suka mengandalkan GPS dari Ponsel saat berpergian, lebih baik mulai kalian aktifkan saat masih berada di jangkaun provider kalian. 
Karena setelah memasuki kawasan bukit cumbir ini, untuk beberapa provider akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan signal. Aku sendiri saja menggunakan GPS manual alisa Gunakan Penduduk Sekitat. 😁 . Tapi lebih banyak menggunakan ilmu ngiro-ngiro ne,

Itu mungkin menjadi kelebihan ku sih. Alhamdulillah. Karena saking seringnya kerja dilapangan, observasi tentang jalan itu lebih mudah dan cepat untuk mengenali lingkungan sekitar, seperti arah dan jalan. Dan jujur, Feeling ku tentang jalan (alhamdulillah)
 jarang meleset. 😎

Pas perjalanan pulang saja sih yang lebih suka nyasarnya. 😃

Akses perjalanan.

Mendekati Bascamp Bukit cumbri, nantinya akan menemui jalan tanjakan yang berlika-liku. Pertama-tama nanti akan melwati jalan beraspal yang beberapa lokasi berlubang, kemudian jalan cor, dan terakhir makadaman.

Menurutku akses jalan saat itu masih sangat terjangkau untuk kendaraan roda dua. Sedangkan untuk kendaraan roda empat, kalau aku sendiri lebih menyarankan agar dikemudikan oleh teman yang lebih berpengalaman.

Jalan memang beraspal. Beberapa ada yang rusak tapi masih bisa dilalui. Namun, lebar jalannya yang tidak terlalu besar. Sehingga, ketika berpapasan dengan kendaraan yang sama harus ada yang mengalah. Maklum, karena akses menuju bukit Cumbri melalui Rute Sampung ini adalah jalan perkampungan.

MENUJU PUNCAK BUKIT CUMBRI

Basecamp Via Jalur Pagerukir

Aku bilang basecamp, karena disini tempatnya berkumpul teman-teman sekalian sebelum melakukan pendakian ke Bukit Cumbri. Disini hanya berdiri bangunan berupa Pos Ronda, Mushola, dan beberapa warung tempat membeli logisitik seadanya.

Tempat parkiranya saja, berada di pinggir jalan yang atapnya dari terpal yang sengaja didesain sedemikan rupa demi kenyaman pengunjung yang ingin menikmati pemandangan alam sini. Meskipun begitu, kendaraan akan tetap aman karena ditunggu oleh penjaga warung dan penduduk sekitar.


Tempat ini dikelola oleh penduduk sekitar. Para warga disini juga terlihat sangat ramah. Sangat terasa kekeluargaannya meskipun belum pernah kenal dan bertemu. Adalah sikap sopan dan santun warga kampung pada umumnya.

Anbusenja - Bukit Cumbri Ponorogo
Tempat Parkir
Oh iya. Saat aku kemarin, masih belum ada loket retribusinya. Hanya ada biaya parkirnya sebesar Rp.3000,-/motor. 


Trekking

Trek pertama, bisa kalian lihat dari parkiran pada gambar diatas, adalah jalan kampung berupa tanah yang sedikit menanjak. Di ujung sana akan ada tugu yang menunjukan perbatasan antara Jawa Timur dengan Jawa Tengah.

Dari tugu atau patokan tersebut, akan ada persimpangan. Jalur menuju puncak Cumbri adalah dengan belok ke kanan.

Anbusenja - Bukit Cumbri Ponorogo
TUGU Perbatasan
Trek dari jalur Pagerukir ini, memang memiliki jarak tempuh yang lebih singkat. Tidak lebih dari 1 jam untuk mencapai gardu pandang pandang di atas. Itu karena treknya memang cenderung menanjak. Walaupun begitu, nggak usah terlalu membayangkan treknya yang menanjak, karena sepanjang perjalanan kalian akan menemui banyak bonus.

Dari persimpangan tugu tadi, yang kemudian belok kanan. Mungkin perjalanan 15-20 menit, disisi kanan akan menemukan Pos perisitirahatan yang sederhana. Ini adalah satu-satunya pos yang saat itu ada. Jadi, ketika hujan saat melakukan pendakian, hanya disinilah satu-satu tempat untuk berteduh.


Anbusenja - Bukit Cumbri Ponorogo
ada yang tahu posisi pos 1, 2, dan 3. 😂
Dari bawah, banyak pepohonan yang didominasi oleh pohon jati. Pohon-pohon ini sangat membantu pendaki karena merupakan payung alami yang memayungi pendaki sepanjang jalan menuju pos ini.

Akan tetepi, beberapa saat setelah melewati pos ini, pepohonan akan mulai berkurang. Dan sengatan matahari akan langsung terasa.

TIPS: Pos ini, adalah satu-satunya tempat berteduh disepanjang jalur via Pagerukir. Jadi, sesuaikan kebutuhan kalian sebelum kesini. Jangan lupa topi, mantel, cream UV, dll


Jalur yang banyak Bonusnya

Ini bukan bonus berhadiah yang kalian kira yes. Bonus ini meliputi jalan yang landai, ditambah dengan pemandangan yang indah, diikuti semilir angin yang berhembus sepoi-sepoi.

Aku sendiri sangat menikmati perjalanan kesini. Jika saja domisiliku dekat dengan Cumbri, mungkin hampir tiap minggu ingin aku habis kan waktu liburku disini.

Oh iya, saat melakukan pendakian ini, aku menemui tenda yang ter[asang tidak jauh dari Pos diatas. Posisinya sedikit menjauh. Dan dari pengamatanku, tenda itu langsung menghadap ke arah pemandangan alam. Cukup strategis menurutku karena disamping kanan kirinya ada pohon Mangga. Walaupun sebenarnya, tidak baik berisirahat didekat pohon yang sehat. hehehe.

Mungkin itu cukup memberikan informasi, jika banyak spot untuk mendirikan tenda disini. Meskipun sedikit memaksakan tempat juga sih.

Perjalanan kami lanjutkan, walau terik matahari cukup membuat kepalaku pusing. Padahal aku sudah memakai kaos lengan panjang serta topi rimba. Tapi udara panas waktu itu memang benar-benar W.O.W sekali.

Anbusenja - Bukit Cumbri Ponorogo
Gardu Pandang sudah mulai terlihat
Karena memang sudah siang, apalagi matahari terkadang meredup karena terhalangi oleh awan, kadang juga bersinar menyengat kulit, banyak rombongan yang mulai turun. Dan kebanyakan adalah ABG bersama teman lawan jenisnya. Dalam hatipun ane mulai menggerutu "lama juga enggak ngerasaain bahagianya waktu kencan" 😂

BANYAK SPOT UNTUK FOTO.

Gardu pandang


Anbusenja - Bukit Cumbri Ponorogo
Persimpangan menuju Gardu Pandang
Spot di Cumbri sendiri lebik fleksibel kalo ane bilang mah, karena setelah sampai di persimpangan ini, entah mau ke atas puncak, maupun ke gardu pandanganya, sama-sama memiliki pemandangan yang sangat disayangkan bila tak nikmati dan di abadikan.

Aku dan saudaraku pun memilih menikmati pemandangan dari Gardu Pandang pertama dulu sebelum ke puncak. Melewati celah sempit seperti di wisata Gunung Api Purba, salah satu wisata alam di Jogja yang juga cocok untuk pendaki pemula.

Cuaca Yang Mendukung

Beruntung bagi kami karena sesampainya disini, cuaca sangatlah mendukun. Karena matahari tak lagi menyengat kulit ini yang sudah muali belang sejak awal.

Buat ane yang sudah berkali-kali mendapati pemandangan seperti ini, tetap saja masih merasa kagum dengan pemandangan di depan mata ane. Takjub euy.

Oiya, di Gardu Pandang ini, ada spot yang begitu populer dikalangan Netizen (apa itu netizen, cari di google aja yes 😊) Spot yang sering digunakan oleh para netizen untuk memamerkan kebolehannya dalam mengambil gambar yang kemudian mengunggahnya di medsos. Ane pun juga tergoda untuk mencobanya.

Anbusenja - Bukit Cumbri Ponorogo
Photographer : myBro

Aku katakan seperti itu, Untuk menuju spot ini treknya sangat berbahaya, licin pula. Bukan disebabkan air  hujan, melainkan berpasir yang sangat berbahaya sekali bila tergelincir. Itu karena trek untuk menuju spot ini, berbatasan langsung dengan jurang. Jadi jika tak berhati-hati, maka nyawalah taruhannya.

Puas mengambil gambar disini, kami pun beranjak ke puncak. Apalagi cuaca juga sudah mulai mendung.

Untuk menuju puncak. Dari persimpangan gardu pandang juga sangat dekat. Mungkin hanya 5-10 menit untuk sampai, itupun sudah termasuk waktu buat kalian narsis. 😉

PUNCAK BUKIT CUMBRI

Secara administrasi, kami sudah di jawatengah

PUNCAK- Berupa bongkahan batu yang besar. Bisa di naiki, akan tetapi cukup membahayakan bila saat turun tak hati-hati. Karena juga bersebelahan langsung di Jurang yang sangat dalam. Puncaknya tak terlalu luas, berupa bebatuan yang tak rata. Jadi sangat tak memungkinkan mendiri tenda disini.

Menghabiskan bekal, sembari menikmati pemandangan. Benar-benar sangat menyenangkan. Waktu kami sampai puncak, juga ada penduduk sekitar yang menjajakan dagangannya, berupa air mineral dan jajanan ringan lainnya. Karena aku dan saudaraku sudah membawa bekal dari bawah, jadi kami tolak tawaran warga tersebut. karena kami sendiri tak menyangka akan ada penjual disini.

Menghela nafas sembari menggurutu (lagi) 😊 "Tahu gitu, tak usah bawa makanan banyaklah" Hahaha.

Puas menikmati pemandangan dan angin yang terus berhembus, kami langsung turun. Selain langit yang mulai mendung, karena malamnya aku harus berangkat ke Jogja. Jadi kamipun bergegas. di Perjalanan turun pun tak lupa kami mengambil gambar dengan timing yang sudah kami kondisikan.

Anbusenja - Bukit Cumbri Ponorogo
Kebiasaan ane nyusu, gara-gara tu Bocil. hhaa

Anbusenja - Bukit Cumbri Ponorogo Mafia Sholawat
STOP  MAKSIAT, AYO SHOLAWAT.
Sudah rahasia umumnya, jika perjalanan pulang itu lebih cepat daripada perjalanan berangkat. Baik dataran, maupun di ketinggian seperti ini.

Tapi, ada yang harus kalian ketahui bahwa, perjalanan turun saat mendaki itu lebih berbahaya daripada saat perjalanan naik. Dan hal tersebut, banyak pemula yang tidak menyadari.

Namun akan  berbeda, jika pendaki yang memiliki jam terbang tinggi. Selain terbiasa dengan hal tersebut juga tentunya memiliki pengalaman masing-masing pendaki untuk me-manage tenaganya saat turun.

Perkiraan 30 menit, kami sudah sampai parkiran. Sebelum balik, kami memesan beberapa minuman sekedar melepas dahaga kami. Dan juga menjalankan kewajiban kami sebagai seorang muslim.

Pukul 14:30, kami pun mulai beranjak untuk pulang ke rumah. Memutuskan untuk memakai jalan lain yang membuat kami nyasar tanpa arah. hhaa 😂

ESTIMASI BIAYA

  1. Rp,3.000,- / Parkir
  2. Rp.6.000,- / Es Campur 2 Gelas.
  3. Rp.22.000,- / Camilan dan minuman ringan.

4 Responses to "PENDAKIAN BUKIT CUMBRI via PAGERUKIR, SAMPUNG, PONOROGO | Puncak diantara Perbatasan Provinsi"

  1. Kemaren coba lewat jalur Purwantoro.. Lebih nanjak dan jauh..

    Sepertinya paling enak lewat Jalur Ponorogo ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. malah aku belum pernah naik lewat purwantoro gan.. lain kali ah.. lewat sono :D

      Delete
  2. Bnyak yg camp ga sih gan? Mo coba ah besok penutupan jg ni bakalan sebulan ga nanjak slma rmdhan

    ReplyDelete
  3. Melihat trek yang masih dikatakan wajar dan pemandangan yang disajikan diatas juga cukup indah, kayaknya masih rame ni gan

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel