Benteng Pendem Van Den Bosch - Ngawi

Benteng (Van Den Bosch) Pendem yang adem


Benteng Pendem Van Den Bosch - Ngawi
Pelataran Benteng Pende

Sebuah peninggalan jaman Belanda, yang masih berdiri dengan kokohnya sampai saat ini. Adalah Benteng Van Den Bosch, atau lebih dikenal oleh masyarakat sebagai Benteng Pendem, disebut seperti itu karena bila dilihat dari kejauhan tak terlihat karena gundukan tanah yang mengelilingi benteng ini, yang seolah-olah tertelan bumi.

Pun untuk mencapai teman ini, temen-temen nggak perlu bingung. Meskipun ane tahu, agan-agan lebih memilih searching di google maps nya, yaaaa, sebagai syarat ajalah, biar blog ane lebih kayak blog yang memberikan informasi, ane kasih tahu rute nya. Cukup agan mencari tahu lokasi Alun-Alun kota ngawi, maka terhitung dari situ, 15 menit untuk mencapai Benteng Pendem ini.




Benteng Pendem Van Den Bosch - Ngawi
Rute dari alun-alun ngawi

Ane ke situ bersama adek sepupu ane. Namanya Irul Mbutul. Kebetulan ane pas lagi pulang kampung, dan bingung mau ngapain, yaudah lah iseng-iseng maen kesini aja. Yaaa,, itung-itung buat nambahin koleksi kunjungan ane ke tempat wisata yang belum pernah ane kunjungin. 😋

Berangkat dari rumah jam 11 siang. Dan sampai alun-alun Ngawi jam 1 siang. Iya,,, ane dan sepupu ane mampir ke Alun-Alun dulu. Sarapan.... 😫

Karena kami memang sama-sama belum pernah ke situ, yaa sama,, ane juga ngaandalin mbah google. Sebelum masuk ke area benteng, tiba-tiba kami dihadang dan dihentikan oleh dua orang . Ane ngga ngerasa bersalah kan, ane beraniin buat tanya duluan.
"Ada apa ya mas, kok tiba-tiba di berhentiin?" tanya ane kepada salah satu tentaranya.
Entah karena ane ngomongnya kurang keras atau mas-mas nya mendadak budeg, ane terpaksa tanya lagi
"Mas ada apa ya?" masih aja diem itu mas nya.
"mas wid, minta duit itu mas, kasih aja, punya nggak? kata Irul sambil berbisik pada ane yaang saat itu ane dibelakang. 
"Mas, mau minta berapa?"
"10 ribu  mas" 
 Ane pun akhirnya  nyari dompet ane didalam tas, dan ngasih duit 10rbu kepada ke dua pemuda itu. Dan setelah itu ane langsung naik motor lagi. pas udah mau di gas, ane diberhentiin lagi
"oe mas,,, jangan kabur dulu lah" kata salah satu pemudanya, sambil ngambil sesuatu.
"nih...". ane pun terima dua tiket dari kedua pemuda itu. kemudian ane dan sepupu ane ngloyor aja masuk kedalam. 😄 
Yees gan, itu pas ane ada di loket retribusinya. Harga masuknya Rp.5.000,-/ orang, dan kayaknya sudah termasuk tiket parkir. Dari loket retribusi nya pun hanya butuh 5 menit untuk sampai di tempat parkiran. Tempat parkirannya berada pas samping bangunan tua ini.

Adem,,,sejuk euy.


Ada gerbang masuknya setelah turun dari motor. Beberapa ada yang membawa motornya masuk kedalam benteng. Ane sendiri memilih memarkirkan motor ane diluar benteng. Agar tak merusak pemadangan daripada arsitektur tempo dulu ini.

Seperti tak merasakan panas yang menyengat, bukannya kami mencari tempat berteduh. Kami malah asyik berfoto.


Benteng Pendem Van Den Bosch - Ngawi



😂 dan benar saja. Panasnya menyengat euy, jadi kami nyari tempat teduh di dalam benteng ini. Ada bangunan yang berdiri ditengah -tengah benteng ini. Melihat dari posisinya. Mungkin dulu tempat ini ada kediamannya Jenderal Van Den Bosch - nya. Jenderal Belanda yang membangun tempat ini.

Benteng Pendem Van Den Bosch - Ngawi
ada mbak-mbak yang lagi narsis tuh
Panas vroooh, dan kebetulan didalam benteng ada beberapa warung. Berhubung ane juga belum makan, jadilah kami berharap warung itu menyediakan yang membuat perut ane kenyang. Dan ZOnk... 😁 ...kepaksa cuman mesen Extrasjoss susu, sama beberapa gorengan yang masih baru di angkat dari penggorengan.

Sejuk lo didalem warungnya. Karena warungnya sendiri berada disalah satu bangunan benteng. Sangat bersih, dan adeeeem. Sayangnya ane lupa memotretnya. ... karena saking PW nya, sampe ane lupa waktu disitu. Suer dah,, enak banget buat tidur siang. Udah cuaca panas diluar, tapu sangat semilir didalem warung ini. 😋

Karena tujuan kami memang buat piknik, sangat disayangkan bila kami habis kan waktu hanya menikmati suasana warung yang adem ayem. Lanjutlah kami mengelilingi bangunan peninggalan Belanda ini.

Ee.. pas mau keluar, ada anak perempuan yang sedang ngasih makan burung dara. hehehe,,,😋 kayaknya menarik, jadi ane ikut-ikutan ngasih makanan.

Benteng Pendem Van Den Bosch - Ngawi


Benteng Pendem Van Den Bosch - Ngawi


Benteng Pendem Van Den Bosch - Ngawi

Puas maen burung, kami lanjutin buat menyusuri lagi bangunan kuno ini. Kami beranjak ke sisi selatan. Pondasi dari benteng ini masih tampak kokoh. Meski dibeberapa tempat, temboknya sudah mulai terlihat rapuh dimakan usia. Namun keindahan bangunan kolonial ini masih tetap terjaga. 

Melihat bangunan ini, sekilas membuat ane terbawa kepada lamunan ketika benteng ini masih berjaya dijamannya. Bangunan yang berdiri ditengah benteng ini, seperti bekas tempat administrasi. Dilanjutkan disamping kanan kirinya. Lorong panjang bertingkat dua ini tampak seperti tempat para tentara jaman dulu menghabiskan malam nya.  Sayangnya, lantai yang tampaknya terbuat dari kayu itu, sudah tak ada ditempatnya lagi. Penjarahan atau memang sengaja diamankan, ane tak tahu. Yang jelas suasanya masih kental. "Udara"nya juga terasa beda ketika berada sebelum memasuki kawasan benteng ini.

Menurut cerita masyarakat. Benteng ini  Angker. Ane sendiri seeh memang tak heran. Secara ini adalah bangunan lama. Dan pas ane masuk pun, ane juga sudah bisa merasakan, walaupun ane tak sensitif orang-orang yang diberi anugrah mampu melihat dimensi lain itu.

Beranjak dari cerita horor, karena ane sendiri tak suka yang horor. Mari kita kembali menjelajah bangunan tua ini. Kami ada dipelataran sebelah selatan. Cukup luas. Mungkin dulu ini adalah tempat mereka upacara. Kira-kira upacaranya mereka, sama nggak ya dengan kita?

Benteng Pendem Van Den Bosch - Ngawi
Pelataran II.a
Benteng Pendem Van Den Bosch - Ngawi
Pelataran II.b


Benteng Pendem Van Den Bosch - Ngawi
Pelataran II.c

Setelah puas mencari posisi narsis disini. Karena memang cuaca masih puanas, kami Mlipir ke barat,. Bangunan yang terdiri atas lorong bertingkat. Seperti yang ane bahas diatas. Mungkin dulu adalah tempat para tentara beristirahat. Ane cukup membayangkannya saja. Karena dari segi bentuk, sudah tak bisa dikenali lagi. Bangunan seperti ketika masih terawat dulu.

Benteng Pendem Van Den Bosch - Ngawi
Sisi luar


Benteng Pendem Van Den Bosch - Ngawi
Sisi dalam
Meskipun tak lagi berbentuk. Setelah ane berusaha mengamati dengan seksama setiap sudut bangunan ini. Cukuplah ane tersenyum karena terbuai oleh lamunanku sendiri. 😊


Benteng Pendem Van Den Bosch - Ngawi
atap yang sudah bolong

Oiyo. Disebelah selatan bangunan ini. Tepatnya dibawah anak tangga menuju lantai atas pada bangunan ini. Ada sebuah penjara kecil dan sangat sempit. Enggak kebayang deh, kalo seumpama dulu ada yang ditahan disini. 😢



Benteng Pendem Van Den Bosch - Ngawi

Karena tak dirawat dengan baik, di beberapa tempat bahkan tumbuh tumbuhan liar yang akarnya merambat, Akar-akarnya yang menjuntaipun memberi kesan angker pada beberapa sudut bangunan ini.

Kami puas melihat-lihat sisi dalam. Dan kami beralih ke sisi luarnya. Melewati semacam pintu masuk seperti pintu masuk benteng pada umumnya.
Benteng Pendem Van Den Bosch - Ngawi


Benteng Pendem Van Den Bosch - Ngawi



Setelah kami melewati pintu keluar sisi selataan. Yang kami dapati adalah tumbuhan ilalang yang hampir mengtri seluruh benteng ini. Ada gundukan yang sama seperti digerbang masuk. Gundukan ini mengitari seluruh benteng Van Den Bosch. Mungkin itulah sebabnya kenapa benteng ini disebut benteng Pendem.

Benteng Pendem Van Den Bosch - Ngawi
Pintu masuk sisi selatan


Benteng Pendem Van Den Bosch - Ngawi
Pintu masuk sisi selatan
Namun sayangnya, karena kurangnya kesadaran masyrakat. Khususnya para pemuda-pemuda generasi penerus bangsa. Justru ditempat yang kami lewati ini. Yaitu sisi selatan benteng. Karena tempatnya cenderung sepi dan ditumbuhi banyak tumbuhan ilalng setinggi dada orang dewasa, digunakan sebagai ajang pacaran. Entah apa yang mereka lakukan disini. Ane hanya miris. Bukan karena ane jomblo. Yaa mbok mau pacaran ke sik rodo berkelas ngunu loo 😫

Kami mengitari benteng ini, sampai dengan sisi timur. Kami kembali masuk benteng lewat gerbang sisi timur. Kemudian kami belok ke kanan. Menuju ke sisi utara. Pas ane lewat gerbang sisi timur ane. Ane cuman membayangkan saja. Mungkin ini dulu adalah dapur dan kamar nya para koki. Terlihat jelas dapur dan tungku yang masih ada sampai sekarang itu. 

Secanggih dulu. Bahkan ane sempat melihat ada pekerjaan instalasi kelistrikan disini. Tak beda jauh dengan instilasi kelistrikan untuk Server-Server dijaman sekarang... Wow sekali yaaa...

Disisi utara ini, ada spot bagus untuk foto. Namun sayangnya. Ada segerombolan anak-anak yang berebut foto disini. Ditambah ada sesi pemotretan Pre-Wedding. Asem 😥

Ternyata masih ada spot lagi yang terlepas dari pandangan gerombolan anak-anak tadi. Yaah, jika saja dulu ane tekun dalam mendalami ilmu fotografi. Mungkin foto ane ini akan lebih Wow lagi yes..  😋

Benteng Pendem Van Den Bosch - Ngawi

Kami sudah puas menjelajah benteng pendem yang memiliki luas 165x80 meter ini. Benteng Van Den Bosch yang berdiri sejak 1830 ini, memiliki bangunan yang masih berdiri. Menandakan orang terdahulu adalah orang pandai dan tlaten dalam membangun segala sesuatunya. Terbukti dengan adanya bangunan yang sudah berdiri selama 186 tahun ini, namun bangunannya masih tetap berdiri kokohnya.

Jam 4 sore. Kami akhirnya pulang. 

SELESAI.



0 Response to "Benteng Pendem Van Den Bosch - Ngawi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel